Miris, Berikut Daftar Kasus Anak Gugat Orangtua

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 26 Januari 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 337 2350759 miris-berikut-daftar-kasus-anak-gugat-orangtua-TRgTrR592l.jpg RE Koswara (Foto: Agung Bakti)

JAKARTA - Sejumlah kasus seorang anak yang menuntut orangtuanya kerap terjadi di Indonesia. Dari berbagai kasus yang ada tuntutan dilakukan berkaitan dengan harta maupun hal lainnya. 

MNC Portal akan mengulas sejumlah gugatan seorang anak terhadap orang tuanya sendiri:

1. Ayah Digugat Anak Rp3 Miliar

Seorang lelaki bernama RE Koswara (85) digugat oleh anaknya sendiri bernama Deden dan istrinya Nining senilai Rp3 miliar.

Gugatan ini bermula dari tanah seluas 3 ribu meter milik orangtua Koswara. Sebagian di antaranya disewa oleh Deden untuk jadi toko.

Baca Juga: Ayah Tua Renta yang Digugat Anak Kandung Lapor Polisi, RE Koswara: Saya Diancam, Takut Dianiaya 

Namun, tahun ini, Koswara tidak menyewakan lagi karena tanah itu akan dijual. Hasil penjualannya akan dibagi ke para ahli waris. Namun, Deden keberatan tanah itu dijual.

Dalam gugatannya, Deden dan Nining yang dikuasakan ke Masitoh selaku kuasa hukum, meminta Koswara, Hamidah dan Imas Solihah untuk membayar Rp3 miliar jika Deden pindah dari toko tersebut. Kemudian, membayar ganti rugi material Rp20 juta dan immateriil senilai Rp200 juta.

2. Anak Gugat Ibu dan Bapak karena Mobil Fortuner

Seorang pria Alfian Prabowo (25) menggugat ibunya Dewi Firdauz (52) dan ayahnya Agus Sunaryo. Gugatan berkaitan dengan mobil mewah Toyota Fortuner atas nama Alfian yang dipakai Dewi.

Alfian meminta ibunya segera mengembalikan mobil tersebut atau dianggap sewa. Mobil tersebut dibeli pada 2013.

“Bukan gugat ibu kandung saja, tapi dua-duanya termasuk bapaknya,” kata kuasa hukum Alfian Prabowo, Caesar Fortunus Wauran, Sabtu (23/1/2021).

Caesar mengklaim, gugatan itu merupakan strategi untuk mendamaikan kedua orangtua penggugat. Sebab, selama ini mediasi yang ditempuh untuk mendamaikan Agus dengan Dewi selalu menemui jalan buntu.

“Gugatan itu untuk memberikan ruang untuk mediasi bapak sama ibu agar bisa ketemu lagi, ya biar ada obrolan lagi akan kisruhnya perebutan harta gono-gini. Untuk mengumpulkan lagi keluarganya agar tidak ribut. Ayah dan ibu itu bercerai September 2019,” katanya

Baca Juga: Kasus Anak Gugat Ayah Rp3 Miliar, Ini Cerita Lengkap Versi Penggugat

Menurutnya, pasca-bercerai kedua orangtua itu mengumpulkan dua anaknya untuk membuat kesepakatan. Salah satunya, pembagian harga gono-gini, termasuk membagi kepada dua anak mereka.

“Gono-gininya ini sudah dibagi, ini bagian bapaknya bagian ibunya. Ada pembagian jelas, tiba-tiba ada salah satu pihak ngumpetin sertifikat semua aset. Hingga salah satu pihak yang mengajukan gugatan gono-gini, dia itu mengklaim semua hartanya termasuk harta yang sudah menjadi kepunyaan anak yang sudah diberikan ke anak itu diklaim oleh salah satu pihak masuk dalam harta gono-gini mereka,” katanya.

“Lalu si anak ini kok sudah ada kesepakatan, sudah dibicarakan kok malah ribut lagi. Sehingga anak ini agak jengkel, muak dengan orangtuanya yang bertengkar terus, makanya dia mengajukan gugatan. Tapi sebelum diajukan gugatan itu, kedua anak sudah berusaha merukunkan orangtuanya. Sudah nasihati ayo pah mah berubah, jangan terus marah-marah,” katanya.

Namun, usaha Alfian bersama kakak perempuannya untuk mendamaikan kedua orangtuanya kembali tak berjalan mulus. Hingga Alfian memutuskan menempuh jalur peradilan, dengan harapan bisa memediasi kedua orangtua.

“Gugatannya agar orangtuanya bertemu bisa dimediasi di pengadilan. Agar perkara yang diajukan anaknya ini bisa selesai dimediasi tujuannya cuma itu. Karena enggak mampu untuk mendamaikan secara normal, maka meminta mediasi pengadilan,” katanya.

“Kalau mobil itu bukan tujuan (gugatan). Kalau dihitung biaya sewa (mobil Fortuner) segala macam itu dicantumkan karena kalau gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) harus menimbulkan kerugian. Itu formalitas gugatan, makanya harus dicantumkan. Misalnya anak ini menang atau kalah itu sudah enggak dipikir,” katanya.

3. Gugat Ibu Kandung karena Tanah

Ramisyah (64) tahun didgugat oleh anaknya sendiri bernama Maryanah (45). Tuntutan dilakukan atas uang yang diberikan anaknya selama ia bekerja di luar negeri sebanyak Rp 15 juta. Uang tersebut dituding digunakan ibunya membeli tanah sehingga digugat.

Namun sang ibu menilai bahwa tanah yang ada tersebut bukan hasil dari uang anaknya melainkan ari suaminya yang kini telah meninggal dunia.

"Pulang-pulang dari Malaysia bawa cowo terus jual tanah itu saya kan enggak tahu itu yang beli kan suami saya sama saya," tuturnya.

Adapun hingga saat ini kasus tersebut ditangani di Pengadilan Negeri Kendal dan telah dilakukan mediasi sebanyak 4 kali meski belum menemukan titik terang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini