4 Bencana di Awal 2021, dari Banjir hingga Gempa Dahsyat

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 26 Januari 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 337 2350756 4-bencana-di-awal-2021-dari-banjir-hingga-gempa-dahsyat-LCB1VwRVwz.jpg Gempa Sulbar (Foto: BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 197 bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak 1 hingga 23 Januari 2021.

Berdasarkan data yang ada BNPB mencatat mayoritas bencana merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi/alam antara lain banjir, tanah longsor, dan puting beliung.

Berikut empat bencana yang terjadi diawal tahun 2021:

1. Banjir Kalimantan Selatan

Curah hujan yang tinggi pada pada 9 hingga 13 Januari di Kalimantan Selatan disebut-sebut sebagai faktor utama penyebab banjir.

Baca Juga:  11 Banjir Besar di DKI Jakarta sejak 1918 hingga 2020

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, Karliansyah menyebut, terjadi peningkatan hampir 10 kali lipat.

"Terjadi 8-9 kali lipat curah hujan dari biasanya," kata Karliansyah dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Danrem Provinsi Kalimantan Selatan Kolonel Inf Firmansyah mengatakan berdasarkan data per tanggal 20 Januari 2020 sebanyak 21 orang meninggal dunia akibat banjir tersebut.

Selain itu ada 120.284 Kepala Keluarga yang terdampak. Dan jumlah pengungsi mencapai 63.608 orang. Angka tersebut merupakan pengungsi yang tercatat di berbagai tempat pengungsian.

"Jumlah KK yang terdampak 120.284 dengan korban meninggal sampai saat ini 21 orang jumlah jiwa yang terdampak adalah 342.987 orang dan jumlah pengungsi di berbagai tempat pengungsian 63.608 orang," ujarnya di Kalimantan Selatan secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Banjir ini sendiri lanjutnya terjadi di 11 Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Selatan. Angka tersebut masih bisa berubah baik naik maupun turun karena hingga saat ini terus bergerak dinamis.

"Dengan kecamatan yang terdampak adalah 70 Kecamatan," ucapnya.

Baca Juga:  Bencana Hidrometeorologi Masih Berpotensi Terjadi di Sulawesi Utara

Selain itu, sejumlah infrastruktur yang ada di Kalimantan Selatan juga terkena dampak. Tercatat ada 66.768 rumah dan 18.294 jalan raya yang terendam banjir.

"Dan ada 21 jembatan yang mengalami rusak dan ada 2 jembatan yang kondisi parah kemarin," jelasnya.

2. Tanah Longsor di Sumedang, Jawa Barat

Bencana tanah longsor di Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat terjadi pada 9 Januari 2021 lalu terjadi sebanyak dua kali. Pertama terjadi sekira pukul 16.00 WIB kemudian longsor kedua pada 19.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, berdasarkan data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin 18 Januari 2021 total korban yang berhasil ditemukan tim gabungan berjumlah 36 orang dan 4 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, korban luka berat berjumlah tiga orang dan 22 orang luka ringan, serta 1.119 jiwa mengungsi.

Terkait peristiwa ini, Bupati Sumedang sendiri telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor selama 21 hari berlaku terhitung tanggal 9-29 Januari 2020.

BPBD Kabupaten Sumedang juga telah membangun 5 tenda pengungsi dilengkapi 1 unit truk toilet umum dan truk tangki air, berlokasi di Lapangan Taman Burung, Perumahan SBG.

3. Gempa Sulawesi Barat

Bencana gempa di Sulawesi Barat terjadi sebanyak dua kali. Pertama terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 dengan magnitudo 5,9 di Majene, Sulawesi Barat. Kedua gempa susulan yang lebih kuat dengan magnitudo 6,2 pada 15 Januari 2021 dini hari.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Didi Hamzah mengatakan hingga hari kelima pascagempa yang menguncang Sulawesi Barat total ada 90 orang meninggal dunia. Disisi lain masih ada korban yang juga belum berhasil ditemukan.

Sementara itu berdasarkan Pusdalops BNPB melaporkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

4. Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (16/1/2021). Akibatnya sebanyak 5 kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami hujan abu vulkanik dan meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang dalam akun media sosialnya menyebut lima kecamatan yang diguyur hujan abu vulkanik yakni Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Senduro, Kecamatan Gucialit dan Kecamatan Pasirian.

"Hujan abu vulkanik Gunung Semeru mengguyur satu dusun di satu desa di Kecamatan Candipuro yakni Dusun Kajar Kuning, Desa Sumbermujur," kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, Sabtu (16/1/2021).

Kemudian, di Kecamatan Pasrujambe, hujan abu vulkanik di Dusun Munggir, Dusun Sumberingin, Dusun Tulusrejo dan Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Desa Kertosari, Desa Jambearum, Desa Jambe Kumbu, Desa Sukorejo.

Sedangkan di Kecamatan Senduro ada beberapa desa yang diguyur abu vulkanik yakni Desa Senduro, Desa Burno, Desa Kandangtepus, Desa Wonocempokoayu, Desa Ranupane, Desa Pandansari, Desa Kandangan, dan Desa Bedayu.

Selanjutnya dua desa di Kecamatan Gucialit yakni Desa Sombo, Desa Gucialit, di Kecamatan Pasirian juga ada dua desa yang terdampak hujan abu vulkanik Semeru yakni Desa Pasirian dan Desa Nguter.

"Kami juga membagikan masker di wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Semeru," katanya.

Ia menjelaskan, untuk peningkatan material di wilayah DAS Curah Koboan sampai DAS Leprak Kamar Kajang masih belum terpantau, namun masyarakat diminta untuk selalu waspada.

"Sejauh ini tidak ada korban jiwa dan pengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Semeru. Status Gunung Semeru juga masih tetap pada level II atau waspada," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini