Soal Visi Listyo, DPR Usul Nama Pam Swakarsa Diubah

Kiswondari, Sindonews · Selasa 26 Januari 2021 00:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 337 2350718 soal-visi-listyo-dpr-usul-nama-pam-swakarsa-diubah-tC5JmZwi5N.jpg Komjen Listyo Sigit Prabowo (Foto: Antara)

JAKARTA - Visi calon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan kembali menghidupkan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) mendapatkan berbagai respons di masyarakat. Tak sedikit juga pihak yang menolak, karena satuan ini identik dengan Pam Swakarsa di era Soeharto yang kerap melakukan berbagai bentuk intimidasi dan pelanggaran HAM.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni memastikan bahwa Pam Swakarsa yang dimaksud oleh Komjen Listyo Sigit sangat jauh berbeda dengan Pam Swakarsa yang dibentuk di era Soeharto dan itu tertulis jelas di Peraturan Kapolri yang sudah dirilis Kapolri Jenderal Idham Azis beberapa waktu lalu.

“Ini Pam Swakarsanya jauh beda ya. Jelas kok dalam aturan Kapolri bahwa Pam Swakarsa yang dimaksud adalah siskammling, satpam, hingga pecalang di Bali dan mahasiswa serta siswa bhayangkara. Jadi jelas-jelas jauh beda dengan Pam Swakarsa di era Pak Harto," kata Sahroni pada wartawan, Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Soal Wacana Pam Swakarsa, Polri: Kemauan Masyarakat Sendiri

Kemudian, politikus Partai Nasdem ini menjelaskan, Pam Swakarsa yang dimaksud Komjen Sigit memang merupakan satuan keamanan masyarakat yang telah ada sejak dahulu. Karenanya, dengan adanya Pam Swakarsa, mereka bisa menjalani tugas secara lebih maksimal.

"Jadi emang Pam Swakarsa yang dimaksud Komjen Sigit udah ada sejak dulu. Justru dengan dimunculkannya kembali oleh Kapolri yang baru, maka mereka bisa lebih maksimal dalam menjalankan tugas, karena mereka akan memiliki tugas dan fungsi yang jelas, hingga kinerjanya akan lebih maksimal," terangnya.

Baca Juga: Polri Hidupkan Kembali Pam Swakarsa di Tengah Pandemi Covid-19 

Adapun polemik di masyarakat yang muncul terkait Pam Swakarsa ini, Sahroni mengusulkan kepada pihak kepolisian untuk mengganti narasi nama yang digunakan.

"Mungkin bisa diganti aja narasi dan namanya, jangan Pam Swakarsa, biar rakyat nggak bingung," usul legislator asal Tanjung Priok ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini