DPR Minta Bocoran Penyebab Kecelakaan Sriwijaya SJ-182, Menhub: Saya Tidak Bisa Jawab

Giri Hartomo, Okezone · Senin 25 Januari 2021 22:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 337 2350696 dpr-minta-bocoran-penyebab-kecelakaan-sriwijaya-sj-182-menhub-saya-tidak-bisa-jawab-LhlToo6Cyz.jpg Menhub Budi Karya (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Anggota Komisi V Hasan Basri meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan sedikit bocoran terkait hasil investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Sebagai informasi, saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan sedang melakukan investigasi penyebab terjadinya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Proses investigasi dilakukan

"Kami ingin mendapatkan bocoran hasil penyelidikan dari KNKT tentang jatuhnya pesawat Sriwijaya sekedar menambah informasi kepada kami," ujar Anggota Komisi V Hasan Basri dalam rapat dikutip dari Youtube Komisi V DPR-RI, Senin (25/1/2021).

Menurut Hasan, nantinya Komisi V DPR memang akan menggelar rapat khusus untuk membahas mengenai kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. Namun, rapat atau pertemuan tersebut nantinya akan mengarah kepada hal-hal yang bersifat teknis.

"Walaupun nanti akan ada pembicaraan khusus mungkin itu lebih mendalam lagi masalah teknis pengawasan, kemudian teknis mengecek penumpang dan sebagainya. Ini khusus penyebab daripada jatuhnya pesawat Sriwijaya diperkirakan apa," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan enggan memberikan bocoran terkait proses investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Namun, Menhub mengaku akan tetap memperhatikan masalah keselamatan pada seluruh transportasi termasuk udara.

"Saya enggak bisa jawab pertanyaan Hasan Basri, itu kewenangan KNKT tapi saya akan minta kepada pak Dirjen udara melalui kerja sama institusi terbaik melakukan assessment para pilot," ujar Budi Karya.

Baca Juga : Menhub Usul Pramugari hingga Kenek Dapat Prioritas Vaksin Covid-19

Menhub menambahkan, ke depan pihaknya akan menerapkan tes psikologi kepada para pilot untuk meningkatkan keselamatan. Hal ini sudah dia perintahkan kepada Dirjen Perhubungan Udara.

"Kami siap perhatikan masalah keselamatan. Mendahului rapat nanti saya sampaikan kepada Dirjen Udara bahwa pilot itu harus ada tes psikologi secara khusus," ucapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini