"Pigai" Bahas Ujaran Rasial, Polisi Diminta Segera Bertindak

Bima Setiyadi, Koran SI · Senin 25 Januari 2021 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 337 2350554 pigai-bahas-ujaran-rasial-polisi-diminta-segera-bertindak-ppxhunpRhQ.jpg Natalius Pigai (Foto: Okezone)

JAKARTA - Postingan Ambroncius Nababan dalam media sosial yang ditujukan kepada mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) asal Papua, Natalius Pigai berpolemik.

Ambroncius yang diduga relawan pendukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin diduga melakukan ujaran rasisme.

Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, diduga Ambroncius mengunggah foto Natalius Pigai dan menyandingkannya dengan foto gorila.

Beragam komentar membahas hal tersebut melalui tulisan "Pigai" di media sosial twitter dan menjadi trending topik. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid pun berharap polisi mengambil tindakan tegas terhadap tindakan ujaran rasisme.

Baca Juga: KSP Minta Polri Tindak Ambroncius Nababan yang Rasis terhadap Natalius Pigai

"Sangat ditolak tindakan & ujaran-ujaran rasisme yg dilakukan olh bbrp pihak & ditujukan kpd Natalius Pigai. Rasisme spt itu jelas tak sesuai dg Pancasila, UUD RI 1945 juga melanggar HAM. Harusnya Kepolisian ambil tindakan segera&tegas. Unt jaga Pancasila, NKRI & agar warga tak makin terbelah," tulis akun twitter resminya @hnurwahid, Senin (25/1/2020)

"Kalau merasa jadi korban rasisme, laporkan ke @DivHumas_Polri pasti diproses.. Lha kok lapornya ke Menhan Amerika ? 🤭🤭," ungkap PenMedia Sosial@Dennysiregar7

Politisi Partai Demokrat, Andie Arif juga mengomentari ujaran rasisme terhadap Natalius Pigai dan siapapun pelakunya agar dijadikan komisaris di Holding Pupuk Indonesia.

"Bagi yang bersikap Rasis terhadap Natalius Pigai seperti Prof Linglung dkk, saya usulkan ke Erick Tohir untuk menjadi Komisaris di Holding Pupuk Indonesia bagian mencicip produk," tulis @Andiearief_

Sementara itu, Natalius Pigai menyatakan bahwa Jakarta harus segera membuka pintu demokrasi dengan rakyat papua. Dirinya khawatir instabilitas bisa terjadi karena konflik rasial di Papua.

“Seluruh kejahatan di Papua didasari oleh kebencian rasial. Jakarta hrs buka kran demokrasi dgn Rakyat Papua. Kalau tidak maka khawatir “instabilitas bisa terjadi karena konflik rasial di Papua. Sy pembela kemanusiaan berkewajiban moral untuk ingatkan," jelas @NataliusPigai2

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini