Mantan Direktur Garuda Didakwa Sembunyikan Hasil Korupsinya

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 25 Januari 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 337 2350477 mantan-direktur-garuda-didakwa-sembunyikan-hasil-korupsinya-ZQY0xsNx3z.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Teknik PT. Garuda Indonesia periode Tahun 2007 sampai dengan 2012, Hadinoto Soedigno juga turut didakwa menyamarkan uang hasil tindak pidana korupsinya dengan cara mentransfer ke beberapa rekening.

Uang yang disamarkan tersebut berasal dari suap yang berasal dari fee pengadaan pesawat Airbus A.330 series, Pesawat Airbus A.320, Pesawat ATR 72 serie 600 dan Canadian Regional Jet (CRJ) 1000 NG serta pembelian serta perawatan mesin (engine) Rolls-Royce Trent 700 series sebesar USD2.302.974,08 dan uang sebesar EUR477.540 atau setara dengan SGD 3.771.637,58.

"Menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul Harta Kekayaan yaitu Terdakwa mengetahui atau patut dapat menduga bahwa harta kekayaannya tersebut merupakan hasil tindak pidana korupsi," ujar Jaksa penuntut pada KPK, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (25/1/2021).

"Untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usulnya maka harta kekayaan tersebut ditempatkan atau ditransfer, dialihkan, dibelanjakan atau dibayarkan atas nama pihak lain," tambahnya.

Awal mulanya tanggal 21 April 2009, Terdakwa membuka rekening Bank Standard Chartered di Singapura dengan nomor rekening 0319441369 dengan mencantumkan pekerjaannya sebagai Pengacara di Kantor Firma Hukum Hadiputranto Hadinoto & Partners (HHP), padahal pada saat itu Terdakwa menjabat sebagai Direktur Teknik PT. Garuda Indonesia (Persero),Tbk.

Kemudian Terdakwa dengan menggunakan profil pekerjaan sebagai Pengacara, Terdakwa juga membuka beberapa rekening di Standart

Chartered Bank (SCB) Singapura, yaitu Tanggal 6 Juni 2011 Nomor rekening 0170375609, Tanggal 30 Mei 2011 Nomor Rekening 107567400601, Tanggal 20 Februari 2012 Nomor Rekening 107567401102, Tanggal 21 Februari 2012 Nomor rekening 0179357123.

Lalu Tanggal 21 Februari 2012 Nomor rekening 107567400103, Tanggal 13 Februari 2012 Nomor rekening 0119154927, Tanggal 15 Juni 2015 Nomor Rekening 0103130640, dan Tanggal 9 November 2015 Nomor rekening 0108879747.

Jaksa mengungkapkan setelah menerima uang dari Summerville Pasific Inc di UBS Singapura sejumlah USD2.302.974,08 dan EUR 477.540 melalui rekening Standard Chartered Bank (SCB) Singapura dengan nomor rekening 0319441369 atas nama HADINOTO SOEDIGNO, kemudian secara bertahap Terdakwa menstranferkan uang ke beberapa rekening anggota keluarga Terdakwa.

Pertama yakni transfer ke rekening Atas Nama Tuti Dewi DEWI di HSBC Singapura nomor rekening 14341852060. Transfer tersebut dilakukan dalam kurun waktu mulai tanggal 13 Mei 2011 sampai dengan tanggal 11 Juni 2012. Terdakwa mentransferkan uang dari rekening Terdakwa di Standard Chartered Bank (SCB) Singapura dengan nomor rekening 0319441369 total sebesar SGD130.000.

Baca Juga : Pelaku Mesum di Halte Kawasan Senen Sering Bertemu

Lalu transfer ke rekening Putri Anggraini Hadinoto di RBC Toronto Nomor rekening 112202111055, Rulianto Hadinoto di CIMB Singapura nomor rekening 20001011242. sebesar SGD18.724,50 pada tanggal 2 September 2011 dan sebesar SGD30.000 ke Rulianto Hadinoto di CIMB Singapura nomor rekening 20001011242.

Selain itu, dalam kurun waktu tanggal 7 Februari 2012 sampai dengan tanggal 17 Maret 2016 Hadinoto telah melakukan serangkaian perbuatan mentransferkan uang yang di duga dari hasil kejahatan tersebut ke beberapa rekening milik Terdakwa sendiri di Standard Chartered Bank (SCB) Singapura dengan total SGD 2.200.000 dan USD 10.707.

Tidak hanya itu, dalam kurun waktu tanggal 13 Februari 2012 sampai dengan tanggal 06 Mei 2016 Hadinoto telah melakukan tindakan lain dengan cara menarik secara tunai uang yang tersimpan dalam Standard Chartered Bank (SCB) Singapura dengan nomor rekening 0319441369 tersebut dengan menandatangani slip penarikan sebagai otoriasasi penarikan uang

degan total SGD 975.000.

Lalu penarikan tunai juga dilakukan pada kurun waktu mulai tanggal 28 Agustus 2015 sampai tanggal 6 Mei 2016, dengan total SGD 120.000.

"Bahwa kemudian uang-uang yang ditarik secara tunai tersebut di gunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa," kata Jaksa.

Atas ulahnya, Hadinoto dan dìancam pidana dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini