Momen 24 Januari : Lahirnya Jenderal Soedirman

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 24 Januari 2021 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 337 2349784 momen-24-januari-lahirnya-jenderal-soedirman-d9TugScxzp.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Serentetan peristiwa ataupun kelahiran serta meninggalnya tokoh-tokoh baik di Indonesia maupun dunia, pernah terjadi pada 24 Januari dari tahun ke tahun. Dari sejumlah peristiwa yang terjadi pada 24 Januari, ada yang tercatat menjadi perjalanan penting dan mendunia.

Berdasarkan catatan Wikipedia, sejumlah peristiwa, kelahiran ataupun kematian tokoh itu diantaranya yakni, lahirnya Pahlawan Nasional Indonesia, Jenderal Soedirman hingga meninggalnya mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sahal Mahfudz.

Berikut ulasan singkat Okezone terkait peristiwa, ataupun hari kelahiran serta meninggalnya tokoh yang pernah terjadi pada 24 Januari dari tahun ke tahun :

1. Lahirnya Jenderal Soedirman

Jenderal Besar Raden Soedirman lahir 24 Januari 1916, adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Sebagai panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati di Indonesia.

Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin.

Ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Jenderal Soedirman

Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937.

Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas.

Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun kemudian diasingkan ke Bogor.

2. Putra Pangeran Antasari Gugur oleh Belanda

Sultan Muhammad Seman bin almarhum Pangeran Antasari adalah Sultan Banjar Raja Kerajaan Kastapura dalam pemerintahan pada masa 1862—1905.

Nama lahirnya Gusti Matseman. dilahirkan sekira tahun 1897. Ia adalah putra dari Pangeran Antasari yang disebut Pagustian Kesultanan Banjar yang Baru sebagai penerus Kesultanan Banjar yang telah dihapuskan Belanda.

Gusti Matseman pada bagian akhir bulan Agustus 1883 beroperasi di daerah Dusun Hulu. Ia dengan pasukannya kemudian bergerak ke Telok Mayang dan berkali-kali mengadakan serangan terhadap pos Belanda di Muara Teweh.

Sementara itu, Pangeran Perbatasari, menantu Gusti Matseman, mengadakan perlawanan terhadap Belanda di Pahu, daerah Kutai. Kekalahan yang di deritanya menyebabkan ia tertangkap pada tahun 1885.

Pada tahun 1888, Sultan Muhammad Seman mendirikan sebuah masjid di Baras Kuning yang sedianya akan menjadi tempat gerakan Beratib Beramal. Sultan Muhammad Seman meneruskan perjuangan mengusir penjajah Belanda dari tanah Banjar.

Sultan beserta pejuang lainnya seperti Tumenggung Surapati, Panglima Batur, Panglima Bukhari, dan beberapa pejuang lainnya terus menggempur pertahanan Belanda di daerah Muara Teweh, Buntok, Tanjung, Balangan, Amuntai, Kandangan, dan di sepanjang sungai Barito.

Pada pertempuran di Benteng Baras Kuning, Sultan Muhammad Seman gugur sebagai syuhada, setelah mempertahankan benteng dari serbuan Belanda. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 Januari 1905.

3. Pesawat jet Boeing 707 Air India jatuh di Mont Blanc

Pada 24 Januari 1966, kejadian mengenaskan terjadi pada Pesawat jet Boeing 707 Air India. Pesawat tersebut jatuh di Mont Blanc, tepatnya di perbatasan antara Perancis dan Italia.

Dalam kejadian nahas itu, setidaknya ada 117 orang yang tewas. Pesawat itu awalnya lepas landas dari Mumbai untuk menuju London. Pesawat itu dikabarkan membawa salah satu tokoh penting.

4. Ketua MUI M. Ahmad Sahal Meninggal Dunia

Dr. (HC). KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh meninggal di Pati, Jawa Tengah, 24 Januari2014 pada umur 76 tahun adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga 2014.

Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga 2014.

5. Robert Baden-Powell Mulai Gerakan Pramuka

Robert Stephenson Smyth Baden-Powell merupakan salah satu tentara yang juga lebih dikenal sebagai Bapak Pramuka. Ia adalah sosok yang mendirikan gerakan kepanduan alias Pramuka. Ia memulai gerakan Pramuka pada 24 Januari 1908.

Gerakan Kepanduan yang digerakkan oleh Robert Baden-Powell, saat ini sudah diikuti di banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu karya tulisnya Baden-Powell yang menjadi cerita atau sejarah soal Gerakan Kepanduan yakni, Scouting For Boys.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini