Perayaan Berbeda di Ultah Ke-74 Megawati

Abdul Rochim, Koran SI · Sabtu 23 Januari 2021 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 337 2349670 perayaan-berbeda-di-ultah-ke-74-megawati-LZiI9foGH6.jpg Megawati Soekarnoputri

JAKARTA - Perayaan Ulang Tahun (Ultah) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke-74 yang jatuh pada Sabtu (23/1/2021) dirayakan dengan cara berbeda. Jika biasanya digelar dengan perjamuan terbuka, di masa pandemi kali ini, perayaan ultah Megawati dirayakan para kader dengan menggelar doa bersama untuk negeri.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, seluruh kader PDIP se-Indonesia melakukan doa bersama secara virtual atau daring. Acara tersebut dipimpin Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Bidang Hukum Yasonna Laoly. Keduanya menjadi MC dadakan di acara yang digelar dadakan itu.

Hasto dan Laoly memimpin acara dari studio di Kantor Pusat PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2021) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pada perayaan hari lahir Ibu Mega tahun ini, kami juga melakukan penanaman pohon, menghargai kehidupan, menebarkan oksigen ke seluruh alam raya, yang dilakukan kader partai di luar wilayah Jawa dan Bali," tutur Hasto.

Dikatakan Hasto, para kader partai dari seluruh daerah meminta agar bersama-sama bertemu dalam doa. "Kami memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat yang diberikan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, mendoakan beliau panjang umur dan bahagia selalu, dan sekaligus doa untuk negeri," katanya.

Doa bersama dilaksanakan melalui telekonferensi yang juga bisa diikuti khalayak umum melalui akun YouTube @pdiperjuangan serta akun Facebook PDI Perjuangan.

Acara diawali dengan tayangan mengenai perjalanan hidup Megawati. Setelah salam dan kata pengantar singkat oleh Hasto dan Laoly, dilanjutkan lagu "Tanah Airku" oleh penyanyi cilik Shannon. Dilanjutkan dengan penanyangan video pertunjukan kebudayaan seperti tari-tarian. Di sela itu, Hasto dan Yasonna, layaknya presenter dan narasumber acara televisi, berbincang mengenai sosok Megawati.

Menurut Hasto, melalui momentum peringatan hari lahir Megawati di tengah kondisi pandemi dan bencana alam yang dampaknya memberatkan semua elemen bangsa, ada sebuah refleksi tentang bagaimana harus merawat kehidupan dan selalu merasa bersyukur.

"Mari bersama-sama mengucapkan rasa syukur itu. Kehendak baik mendoakan negeri yang bersamaan dengan mendoakan ibu Megawati Soekarnoputri. Semoga kita semua selalu mendapatkan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin," kata Hasto.

Baca Juga : Diamputasi Terkena Ranjau, Prajurit TNI Ini Sukses Jadi Pengusaha

Sementara itu, Yasonna Laoly mengatakan bahwa Megawati adalah seorang pertarungan sejati, sekaligus guru politik bagi dirinya maupun politisi lain di Indonesia.

"Ibu Megawati adalah petarung politik yang melawan ketidakadilan. Beliau berani melawan kekuatan besar saat itu untuk melawan ketidakadilan. Beliau yang sangat konsisten pada ideologi negara, NKRI, dan kebhinekaan. Ibu Megawati menginspirasi jutaan anak bangsa, sekaligus memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti sangat concern pada lingkungan hidup," tutur Yasonna.

Menurutnya, Megawati merupakan perempuan yang menginspirasi. "Buat saya, beliau adalah guru politik yang mengajarkan nilai kejuaraan, kebhinekaan, berjuang untuk rakyat kecil sesuai ideologi partai kita yang konsisten pada platform partai, baik saat beliau jadi presiden dan ketua umum partai," katanya.

Dikatakan Yasonna, seluruh jajaran partai merasa bangga memiliki seorang ibu yang tidak hanya mengayomi partai, namun juga bangsa. "Ibu Mega, teruslah bersama kami dan membimbing kami agar kita terus bekerja untuk rakyat dan bangsa," ungkapnya.

Selain berbincang mengenai Megawati, doa bersama dilaksanakan secara daring. Doa pertama dilaksanakan secara Islam oleh Ustad Zein dari Sulawesi Selatan, diikuti dengan doa secara Protestan oleh Bishop Darmin Manurung dari PGI Sumut. Doa selanjutnya secara Katolik oleh Romo Florens Maxi Un Bria dari NTT. Lalu doa secara Hindu Bali oleh Ida Shri Bhagawan; secara Buddha oleh Bhante Badra Surya; serta Khonghucu oleh Js.Ir. Pon Riano Baggy.

Selain doa, ekspresi kegembiraan juga disampaikan oleh kelompok bernama 'Megawati' yang beranggotakan kaum difabel dari Surabaya. Kelompok ini menciptakan lagu khusus di hari lahir Megawati yang dimainkan dengan angklung. Judul lagu itu adalah "Persembahan untuk Ibu Megawati Soekarnoputri".

Sejumlah artis nusantara juga bergabung di studio menyanyikan lagu 'Selamat ulang tahun' dari Grup Jamrud untuk Megawati. Di antaranya Andre Hehanusa, Lita Zein, Chicha Koeswoyo, Harvey Malaiholo, Ronnie Sianturi, dan Tamara Geraldine.

Setelahnya, sejumlah kader yang duduk sebagai kepala daerah maupun anggota DPR/DPRD dari PDI Perjuangan menyampaikan ucapan selamat hari lahir untuk Ibu Megawati. Diikuti lagu "Mega Berbisik" oleh para artis Nusantara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini