Ini Barang Bukti yang Diamankan dari 5 Terduga Teroris di Aceh

Windy Phagta, Okezone · Sabtu 23 Januari 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 337 2349573 ini-barang-bukti-yang-diamankan-dari-5-terduga-teroris-di-aceh-dypBfjS90C.jpg ilustrasi: Okezone

BANDA ACEH - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan 5 orang terduga terorisme. Dari 5 terduga teroris itu, 2 orang diamankan di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar.

Selanjutnya, Densus 88 kembali mengamankan 1 terduga teroris di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh 2 terduga teroris lagi berhasil diamankan di kawasan Langsa.

(Baca juga: Bentengi Polisi dari Paham Radikalisme dan Ekstrimisme)

"Penangkapan tersebut berlangsung di empat lokasi terpisah," ungkap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangannya Sabtu (23/1/2021).

(Baca juga: 5 Terduga Teroris di Aceh Terlibat Jaringan Bom Polrestabes Medan).

"Kelima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan bom Mapolrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau, sambung Winardy.

Mereka juga berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh, serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS", lanjut Wibardy.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan saat dilakukan penangkapan dari kelima terduga teroris adalah beberapa bahan pembuat bom, yakni 1 Kg Pupuk Kalium Nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (Bubuk Arang Aktif), 1 botol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6mm, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi bom.

"Serta beberapa dokumen yakni buku catatan sebagai penyampaian pesan yang berisi ancaman terhadap TNI/Polri, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh,"ungkapnya.

Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan Hijrah ke Khurasan, Afghanistan, ujar Winardy.

Beberapa buku kajian ISIS dan Tauhid serta Compact Disk dan Falsh Disk, kata Winardy.

Terakhir juga berhasil diamankan 3 buah HP Android dan 3 buah HP biasa berbagai merk yang digunakan terduga teroris untuk berkomunikasi dengan jaringan dan kelompok teror, jelas Winardy.

Termasuk alat-alat digunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju, besi dan busur panah, beberapa barbel besi, ucap Winardy.

"Para terduga teroris saat ini masih proses pemeriksaan di Polda Aceh dan selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri Jakarta,"tutup Winardy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini