Percepat Identifikasi Korban Sriwijaya Air, DVI Polri Perkuat Post Mortem dan Lab DNA

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 23 Januari 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 337 2349501 -VEi2WeyHfb.jpg Korban pesawat Sriwijaya Air jatuh ditemukan.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Tim DVI Polri memperkuat proses di Post Mortem dan Laboratorium DNA untuk mempercepat proses identifikasi korban insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Seperti diketahui, tim DVI tetap berjalan karena kami ada perkuatan di posmortem dan di lab DNA sehingga kami tetap berjalan," kata Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko, Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Hery, nantinya di Post Mortem dan Lab DNA, tim DVI akan menggelar proses evaluasi terkait dengan progres pencocokan dan rekonsiliasi jasad korban dari penumpang pesawat tersebut.

Baca Juga: RS Polri Serahkan 40 Korban Sriwijaya Air yang Teridentifikasi ke Keluarga

"Dalam 2 hari ini kami akan proses mengevaluasi, karena kami berusaha menyelesaikan dalam 2 hari ini untuk profile yang sudah ditemukan. Sudah didapatkan dari sampel yang kami terima," ujar Hery.

Hery menyebut, untuk saat ini tim di RS Polri Kramat Jati, telah mendapatkan data ante mortem dari 62 keluarga korban. Angka itu sesuai dengan manifes yang terdaftar sebagai penumpang pesawat tersebut.

Baca Juga: Tabur Bunga, Sriwijaya Air Sampaikan Duka Cita Mendalam ke Keluarga Korban

"Kami dari tim DVI Polri tetap melakukan proses identifikasi, karena kami telah menerima pada hari ini sejumlah 62 data ante mortem dari keluarga karena laporan hanya 62, artinya hanya ada 62 laporan orang hilang yang ke tim DVI ante mortem," ujar Hery.

Sementara itu, RS Polri saat ini juga sudah menerima sampel DNA untuk kebutuhan proses identifikasi melalui Ante Mortem sebanyak 714. Angkat itu tercatat meningkat hampir tiga kali lipat.

Sedangkan, sejauh ini tercatat sudah menerima 325 kantong jenazah body part korban insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Serta, ada 274 kantong properti.

"Untuk sampel post mortem 540, mohon dipahami bahwa sejumlah sampel tersebut membutuhkan waktu untuk memprofiling, menganalisa, mencocokan data jadi data yang banyak itu nanti akan di profil nanti akan dicocokkan dalam fase rekonsiliasi," tutup Hery.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini