Dua Prajurit TNI Tewas Ditembaki KKB secara Membabi Buta di Intan Jaya

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 22 Januari 2021 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 337 2349154 dua-prajurit-tni-tewas-ditembaki-kkb-secara-membabi-buta-di-intan-jaya-z8wj0LXKBk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali melakukan aksi terornya dengan menembaki Prajurit TNI dari Yonif R 400/BR. Akibat baku tembak itu, dua prajurit TNI dinyatakan gugur, yakni Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa menuturkan, Pratu Roy bahkan ditembak secara membabi buta oleh KKB usai melaksanakan salat subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR di Kampung Titigi Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua Jumat, (22/1/2021).

"Informasi yang didapat, Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter pada saat melaksanakan pembersihan usai melaksanakan ibadah Sholat Subuh," kata Suriastawa dalam keterangannya, Jumat (21/1/2021) sore.

Baca Juga:  Kelompok Bersenjata Pembakar Pesawat di Intan Jaya Masih Misterius

Sementara itu, sambung Suriastawa, Pratu Dedi Hamdani dari Pos Hitadipa, ditembaki saat melakukan pengejaran kepada KKB. Menurutnya, korban juga ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa.

"Dua korban penembakan KKB itu, meninggal dunia saat dievakuasi ke Timika dengan menggunakan helly Caracal," tuturnya.

Sekadar informasi, kontak tembak mulai terjadi pada pagi hari sekira pukul 06.30 WIT. Hingga siang, kontak tersrbut masih berlangsung.

Baca Juga:  Pesawat MAF Dibakar Kelompok Bersenjata di Papua, Pilot AS Lolos dari Maut

Sebelumnya, tercatat dua anggota Yonif 400/BR meninggal saat kontak tembak dengan KKB, yakni Pratu Firdaus meninggal saat kontak tembak tanggal 7 November 2020 lalu dan Prada Agus Kurniawan Senin 11 Januari 2021. Yonif 400 BR bermarkas di Semarang, Jawa Tengah dan tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini