Kejaksaan Tangkap Buronan Eks Pejabat Kemenkes Terkait Kegiatan Fiktif

Sabir Laluhu, Koran SI · Jum'at 22 Januari 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 337 2349072 kejaksaan-tangkap-buronan-eks-pejabat-kemenkes-terkait-kegiatan-fiktif-4xNkCQYe1l.jpg Terpidana mantan pejabat Kemenkes, Nurdiana ditangkap Tim Tabur Kejaksaan (Foto: Doc Kejati DKI Jakarta)

JAKARTA - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan berhasil menangkap terpidana mantan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nurdiana yang merupakan koruptor kegiatan fiktif di Kemenkes dan sebelumnya buron sejak 2015.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Ashari Syam, Tim Tangkap Buronan (Tabur) yang terdiri dari Intelijen Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berhasil menangkap koruptor kegiatan fiktif di Kemenkea Nurdiana pada Kamis (21/1/2021) pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI

Ashari mengatakan, Nurdiana ditangkap di daerah Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat melakukan perbuatan pidana, Nurdiana merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Perencanaan SDM Kesehatan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Nurdiana adalah terpidana yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Jakarta Selatan. Nurdiana telah ditetapkan sebagai DPO sejak tahun 2015. Saat ditangkap terpidana kooperatif dan difasilitasi oleh pihak Ketua RT setempat dan disaksikan pula oleh tetangganya," tegas Ashari saat dihubungi KORAN SINDO dan MNC News Portal, di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Dia membeberkan, perkara terpidana Nurdiana yakni pengadaan fiktif barang dan jasa di Kementerian Kesehatan pada 2010. Nurdiana telah divonis terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Devi Sarah (terpidana lainnya) untuk memperkaya diri sendiri dengan menyalahkan wewenang, sehingga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp245,6 juta.

"Pukul 22.21 WIB malam tadi (Kamis malam), Nurdiana telah dibawa ke Kantor Kejari Jakarta Selatan untuk proses eksekusi," ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa 3 Pejabat BPJS Ketenagakerjaan dan Lima Pihak Korporasi

Ashari menjelaskan, pada 2016 Mahkamah Agung (MA) telah memvonis Nurdiana dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider pidana kurungan selama 6 bulan. Selain itu, MA juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Nurdiana membayar uang pengganti sebesar Rp200 juta dikompensasi dengan uang yang telah dikembalikan sebesar Rp100 juta dalam waktu satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht).

"Kalau masih ada sisa uang pengganti yang belum dibayar, maka terpidana wajib membayar sisanya dengan sukarela atau menyita harta bendanya atau menjalani pidana penjara sesuai yang disebutkan dalam vonis pengadilan," kata Ashari.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini