Kemenkes Ungkap Ada Daerah dengan Tingkat Keterisian RS Covid-19 Lebih dari 80%

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 22 Januari 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 337 2349001 kemenkes-ungkap-ada-daerah-dengan-tingkat-keterisian-rs-covid-19-lebih-dari-80-RWFXAACnxi.jpg Ilustrasi pasien corona. (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Kasus Covid-19 harian masih terus melonjak. Karena itu, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 terus meningkat.

Bahkan, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir mengatakan, ada daerah yang tingkat BOR-nya mencapai lebih dari 88%.

“Jika kita lihat secara granular secara kota per kota, provinsi per provinsi yang ternyata ada beberapa daerah BOR-nya sudah ada di posisi lebih dari 80%, bahkan ada yang mencapai lebih dari 88%,” ungkapnya dalam Update Kesiapan Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19 secara virtual, Jumat (22/1/2021).

“Kita mencoba untuk menekan agar kembali kepada di bawah 80%. Artinya apa? Secara umum ini sudah mengkhawatirkan. Karena jika pertambahan pasien yang begitu banyak setiap harinya maka ada kemungkinan tidak tertampung di rumah sakit,” ujar Kadir.

Oleh karena itulah, Kadir mengatakan, Kementerian Kesehatan dalam hal ini Menteri Kesehatan melakukan antisipasi dengan mengeluarkan Surat Edaran No. HK 02.01/Menkes/11/2021 tentang Peningkatan Kapasitas Perawatan Pasien Covid-19 pada RS Penyelenggara Pelayanan Covid-19.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSDC Wisma Atlet Tambah Personel Nakes

“Isinya adalah meminta seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia untuk melakukan peningkatan kapasitas tempat tidur. Misalnya dengan cara bahwa semua rumah sakit itu dapat mengkonversi. Sehingga, jika ada rumah sakit yang tidak dapat menambah, maka bisa dengan mengkonversi,” kata Kadir.

“Artinya apa? Tempat tidur yang ada di rumah sakit tersebut yang dulunya digunakan untuk layanan non Covid-19, sekarang itu dialihkan menjadi tempat tidur untuk layanan Covid-19. Dalam hal ini daerah yang berada di zona merah maka diharapkan kenaikannya bisa 40%,” jelas Kadir.

Baca Juga : 45 Penghuni Panti Asuhan ST Fransiskus Asisi Depok Positif Covid-19

Selain itu, Kadir menegaskan jika surat edaran ini tidak hanya berlaku untuk rumah sakit pemerintah tapi juga berlaku untuk rumah sakit swasta. “Semua berlaku untuk rumah sakit baik itu daerah, umum daerah, TNI/Polri, rumah sakit BUMN, dan semua rumah sakit swasta di Indonesia,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini