5 Rumah dan 1 Gereja di Talaud Terdampak Gempa M 7,0

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 22 Januari 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 337 2348945 5-rumah-dan-1-gereja-di-talaud-terdampak-gempa-m-7-0-cTBfb41zrI.jpeg Rumah terdampak guncangan gempa magnitudo 7,0 di Talaud, Sulut, Kamis (21/1/2021). (Foto : BNPB)

JAKARTA - Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan 5 rumah warga dan bangunan terdampak gempa dengan magnitudo 7,0. Gempa yang terjadi pada Kamis malam (21/1), pukul 19.23 WIB, itu berada 132 km timur laut Melonguane, Sulawesi Utara.

"BPBD setempat menginformasikan sebanyak 2 rumah mengalami rusak ringan dan 3 terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Jumat (22/1/2021).

Ia mengungkapkan, tingkat kerusakan pada ketiga unit rumah tersebut masih dalam proses pendataan petugas di lapangan. Dua rumah rusak ringan berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara, sedangkan rumah terdampak lainnya diidentifikasi masing-masing di Desa Ganalo, Kecamatan Tampan Amma, Desa Mala, Kecamatan Melonguane dan Desa Bantik, Kecamatan Beo.

"Di samping tempat tinggal, gempa mengakibatkan 1 gereja terdampak di Desa Ganalo, Tampan Amma dan RSUD di Desa Mala, Melonguane," ujarnya.

Berdasarkan pantauan sementara BPBD menyebutkan kerusakan minor teridentifikasi pada RSUD. Laporan tingkat kerusakan bangunan masih dalam pendataan petugas di lapangan.

"Berdasarkan data BPBD per 22 Januari 2021, pukul 08.00 WIB tersebut, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut," katanya.

Baca Juga : Gempa M7,1 Guncang Talaud, Tak Ada Korban Jiwa dan Kerugian Materi di Miangas

Pascagempa, tim BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melakukan pendataan, koordinasi dengan instansi terkait, serta evakuasi keluarga terdampak.

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 18 kecamatan pada kabupaten tersebut berada pada potensi bahaya dengan kategori tersebut.

Dilihat dari sisi risiko, sebanyak 86.759 jiwa berpotensi terpapar bahaya gempa bumi di 18 kecamatan, Kabupaten Kepulauan Talaud dengan luas bahaya 75.479 hektar. Masyarakat di Kepulauan Talaud memiliki catatan historis terdampak gempa dengan magnitudo besar, seperti pada 1914, 1957, 1969, dan 2009.

Baca Juga : Bangunan Retak dan Roboh Imbas Gempa M7,1 di Talaud

Data bencana gempa menunjukkan, korban jiwa terjadi dikarenakan reruntuhan bangunan dan bukan guncangan gempa. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini