Fenomena Bencana Alam Marak Terjadi, Ini Saran Mitigasi Guru Besar IPB University

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 22 Januari 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 337 2348892 fenomena-bencana-alam-marak-terjadi-ini-saran-mitigasi-guru-besar-ipb-university-28WA6SNdPK.jpg Gempa bumi yang terjadi disejumlah daerah.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Guru Besar Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Prof Dr Akhmad Fauzi, menanggapi fenomena bencana alam yang belakangan ini marak terjadi. Prof Fauzi memberikan empat saran mitigasi bencana di Indonesia.

Menurutnya, secara umum bencana dibagi menjadi dua jenis, yakni antropogenik dan bencana alamiah yang terjadi karena aktivitas alam. Bencana antropogenik atau bencana yang disebabkan oleh kegiatan manusia dapat dicegah, sedangkan bencana alamiah tidak dapat dicegah sehingga tidak dapat dihindari.

“Bencana alamiah ini sangat beragam dari yang kecil dengan frekuensi yang relatif sering sampai yang besar dengan kejadian yang relatif jarang,” katanya melalui siaran pers, Jumat (22/1/2021).

Prof Fauzi menyampaikan empat langkah untuk memperkuat ketahanan Indonesia terhadap ancaman bencana. Pertama, mulai membaca pola dan sebab-akibat dari bencana secara komprehensif dan sistematis dan tidak menganggap bencana sebagai takdir semata.

Baca Juga: Bencana Awal 2021, Banjir Paling Banyak Terjadi di Indonesia

Kedua, pada perencanaan pembangunan seharusnya aspek bencana masuk ke dalam perencanaan pembangunan yang komprehensif. Dari pendanaan sampai adopsi kinerja pembangunan yang mengadopsi ekonomi kebencanaan pada semua tingkatan.

Ketiga, mengubah mindset dari growth mindset ke pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pembangunan yang hanya bertumpu pada pertumbuhan sering menimbulkan fenomena “broken window fallacy.”

Baca Juga: BNPB: Sebanyak 185 Bencana Terjadi hingga Minggu Keempat Januari 2021

Fenomena ini merupakan fenomena dimana ketika terjadi bencana pemerintah banyak mengeluarkan anggaran dan dianggap sebagai menggerakkan ekonomi.

Keempat, terkait kesiapan adaptasi masyarakat yakni memastikan masyarakat Indonesia mengerti apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Masyarakat yang siap menghadapi bencana tidak hanya dapat menolong diri sendiri tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini