Share

Amien Rais hingga Neno Warisman Bentuk TP3 Kematian Laskar FPI, Kuasa Hukum: Terima Kasih

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 22 Januari 2021 04:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 337 2348739 amien-rais-hingga-neno-warisman-bentuk-tp3-kematian-laskar-fpi-kuasa-hukum-terima-kasih-GmvQHu6Wkj.jpg Amien Rais (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebanyak 18 orang dari berbagai profesi yang tergabung dalam Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI akan melakukan advokasi hukum dan HAM yang berkelanjutan dalam kasus penembakan Laskar FPI.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pengurus PUSHAMI, Hariadi Nasution mengucapkan terimakasih atas gabungnya sejumlah tokoh dari berbagai profesi dalam mendukung proses hukum penembakan enam pengawal Habib Rizieq Shihab.

Dia menyebut dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sejumlah masyarakat yang melihat penegakan hukum dalam masalah.

"Kita apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua yang mendukung dan yang masih perduli atas tegaknya hukum dan HAM Indonesia," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (21/1/2021).

Sebelumnya, arnggota TP3 Marwan Batubara menuturkan, pendampingan tersebut dilakukan agar peristiwa terungkap jelas dan para pelaku dapat dihukum sesuai hukum yang berlaku.

"TP3 melakukan langkah-langkah advokasi setelah mengamati secara cermat sikap, kebijakan, dan penanganan kasus oleh Pemerintah dan Komnas HAM yang kami nilai jauh dari harapan dan justru cenderung berlawanan dengan kondisi yang objektif," tururnya di Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2021).

TP3 pun menilai bahwa aparat kepolisian telah melampaui kewenangannya, dan bahkan pembunuhan tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari. Sehingga atas tindakan tersebut berakibat tewasnya enam anggota laskar FPI.

"Meyakini yang terjadi adalah pembunuhan dan pembantaian yang patut diduga telah direncanakan sebelumnya. Sebaliknya, TP3 menilai, apa pun alasannya, tindakan aparat polisi tersebut sudah melampaui batas dan di luar kewenangan, menggunakan cara-cara kekerasan di luar prosedur hukum dan keadilan atau extra judicial killing," ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini