Amien Rais Akan Tagih Janji Listyo Sigit soal Penembakan 6 Laskar FPI

Riezky Maulana, iNews · Kamis 21 Januari 2021 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 337 2348475 amien-rais-akan-tagih-janji-listyo-sigit-soal-penembakan-6-laskar-fpi-nm1hbUADWW.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI, Amien Rais menyinggung pernyataan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Ihwal pengungkapan kasus tersebut saat menjalankan fit and proper test bersama Komisi III kemarin.

(Baca juga: Sah! Paripurna DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri)

Dia berharap jenderal bintang tiga itu yang telah disahkan di rapat paripurna DPR sebagai Kapolri yang baru dapat menepati kata-katanya.

"Tadi malam saya lihat Pak Listyo Sigit itu omongannya kan merdu, mudah-mudahan. Saya termasuk yang pernah mengatakan mudah-mudahan bukan dia, tapi sudah jadi kenyataan, ya nggak apa-apa," kata Amien saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

(Baca juga: Kecewa dengan Komnas HAM, Amien Rais hingga Busyro Muqoddas Kawal Penembakan 6 Laskar FPI)

Menurutnya, jika memang Listyo Sigit Prabowo dapat melaksanakan janjinya, maka itu adalah hal yang luar biasa. Dia berharap omongan Listyo tersebut, tidak hanya dilakukan karena sedang melaksanakan uji kelayakan saja.

"Kalau Pak Kapolri yang sekarang betul-betul bisa menegakkan apa yang dibicarakan itu, itu luar biasa. Walaupun ada tokoh HAM yang meragukan, barangkali itu hanya uji kelayakan terus omongnya bagus, nanti praktiknya gimana, itu kita lihat lagi," tuturnya.

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini berharap bahwa ke depannya pihak kepolisian dapat lebih adil, lebih manusiawi, dan mengayomi.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Dimyati Natakusumah mempertanyakan sikap calon tunggal kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo soal kasus penembakan Laskar FPI oleh polisi pada awal Desember 2020. Pertanyaan itu disampaikan pada sesi pendalaman uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

"Transformasi operasional yang disampaikan jenderal tadi adalah isu profesionalisme dan humanisme dalam menjalankan tugas, kalau saya lihat Pak Sigit pasti senang lah orang, karena ini polisi sudah akrab dan humanis, tidak seram seperti polisi lainnya, polisi seram kalau di negara lain,” kata Dimyati dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

“Tahun kemarin, menurut Kontras polisi diduga terlibat dalam 921 kasus kekerasan dan pelanggaran HAM. Sepanjang Juli 2019 sampai Juni 2020, dari kejadian itu, 1627 orang luka, 304 orang tewas,” sambungnya.

Dimyati juga menyinggung soal keterlibatan Polri dalam insiden penembakan 6 Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020. Begitu juga dengan penindakan demo yang represif.

Komjen Listyo menjawab, bahwa pihaknya akan mengikuti apa yang direkomendasikan oleh Komnas HAM terkait extra judicial killing di KM 50 tersebut.

“Terkait masalah kejadian extra judicial killing yang direkomendasikan Komnas HAM, kami dalam posisi sikap mematuhi dan menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas,” kata Listyo saat menjawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini