Komnas KIPI Terima 30 Laporan Terkait Efek Vaksin Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 21 Januari 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 337 2348238 komnas-kipi-terima-30-laporan-terkait-efek-vaksin-covid-19-C9cQD5IEeq.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, termasuk mendengarkan laporan masyarakat. Hingga saat ini, ada 30 laporan efek pasca-vaksinasi Covid-19 yang masuk ke Komnas KIPI.

Ketua Komnas KIPI, dr. Hindra Irawan Satari menegaskan 30 laporan yang masuk masih bersifat ringan dan tidak ada reaksi serius sehingga memerlukan perawatan intensif setelah tenaga kesehatan (nakes) yang mendapat vaksin Covid-19 pertama kali.

“Dari laporan KIPI yang masuk ke kami, semua bersifat ringan dan sesuai dengan yang dilaporkan jurnal-jurnal, dan di tempat lain, semua kondisinya sehat. Jadi, tidak ada yang memerlukan perhatian khusus sampai saat ini,” ungkap Hindra dalam keterangan kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga:  Soal Vaksin Mandiri, Jokowi: Kita Perlu Mempercepat, Kenapa Tidak

Hindra menegaskan vaksinasi sendiri merupakan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. “Selain upaya-upaya yang akan terus kita lakukan, yaitu 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, dan 3T atau test, trace, treatment, sehingga harapannya pandemi akan segera berlalu,” jelas Hindra.

Hindra meyakini vaksinasi ini tidak hanya untuk kepentingan individu, namun juga upaya melindungi keluarga terdekat kita terutama bagi tenaga kesehatan yang menerima vaksin Covid-19 pertama kali.

“Pandemi ini sudah melelahkan. Kasihan juga nakes yang ada di garda terdepan. Mereka berjibaku bekerja di luar ambang batas kemampuannya. Ini akan menurunkan daya tahan tubuh mereka. Jadi kita harus sepakat melawan satu musuh, jangan mementingkan diri sendiri. Paling tidak ini bagi keluarga terdekat kita juga,” terangnya.

Hindra menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai efek vaksinasi. Setiap fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan imunisasi wajib melakukan pencatatan dan pelaporan KIPI. Oleh karena itu, Komnas KIPI perlu dibentuk sebagai tim independen yang mengkaji adanya hubungan vaksin yang diberikan dengan kejadian yang terjadi.

Komnas KIPI selaku lembaga independen bertugas mengkaji secara spesifik kejadian pasca imunisasi. Komite independen ini terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi terkait vaksinologi.

“Komnas KIPI diangkat Menteri Kesehatan dengan masa kerja empat tahun dan sudah ada sejak 1998, jadi sudah 22 tahun mengawasi KIPI,” ujar Hindra.

Baca Juga:  Sejumlah Tenaga Kesehatan Ogah Divaksin Covid-19 Tahap Pertama 

Hindra menjelaskan alur pelaporan jika terjadi KIPI akan dilakukan secara berjenjang, dari laporan masyarakat, puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, sampai ke Komnas KIPI, dan ini semua sudah memiliki sistem yang baik.

“Laporan yang terbanyak adalah kejadian koinsiden atau semua hal dikaitkan dengan vaksin, tidak memandang jangka waktunya, baik itu satu hari setelah vaksinasi atau sebulan setelah vaksinasi, maupun empat tahun setelahnya pun masih dikaitkan dengan vaksinasi,” tambah Hindra.

Hindra pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir berlebihan kepada program vaksinasi Covis-19. “Jadi, upaya vaksinasi itu merupakan salah satu upaya tambahan. Kalau menerima berita yang tidak pasti sumbernya dari mana, tidak usah diteruskan. Cukup di kita saja, dan pastikan bahwa semua keluarga divaksinasi, karena apabila keluarga kita aman, Insya Allah, bangsa dan negara ini aman. Mari kita lanjutkan vaksinasi,” tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini