Share

Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa 3 Pejabat BPJS Ketenagakerjaan dan Lima Pihak Korporasi

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 21 Januari 2021 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 337 2348071 dugaan-korupsi-kejagung-periksa-3-pejabat-bpjs-ketenagakerjaan-dan-lima-pihak-korporasi-7xJwBzPsWL.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak delapan saksi yang diperiksa, tiga diantaranya pejabat tinggi di BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, dari 10 orang yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan ada delapan orang saksi yang memenuhi panggilan.

"Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa delapan orang sebagai saksi," kata Leonard dalam keterangannya, Rabu (20/1/2021).

Dari delapan saksi tiga orang saksi merupakan pejabat di BPJS Ketenagakerjaan. Ketiganya yakni KBW, dia diperiksa selaku Deputi Direktur Pasar Modal BPJS TK, kemudia SMT diperiksa selaku Asisten Deputi Analisis Pasar Uang dan Reksadana BPJS TK, dan SM selaku Deputi Direktur Kepatuhan dan Hukum BPJS TK.

Sementara itu, lima orang lainnya yang diperiksa yakni dari pihak korporasi. Lima orang tersebut yakni JHT diperiksa selaku Presiden Direktur PT Ciptadana Sekuritas, PS selaku Presiden Direktur BNP Paribas Asset Management, kemudia MTT, diperiksa selaku Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia.

Selanjutnya WW selaku Direktur Utama PT Samuel Sekuritas Indonesia, dan OB selaku Direktur PT Kresna Sekuritas.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan," bebernya.

Sebelumnya, Jampidsus Ali Mukartono mengatakan kasus dugaan korupsi PT BPJS Ketenagakerjaan mirip seperti kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Diduga terjadi penyimpangan pada saham dan reksadana di BPJS Ketenagakerjaan.

"(Kasus BPJ Ketenagakerjaan) Hampir sama kayak Jiwasraya. Itukan terkait investasi juga. Dia punya duit investasi keluar. Uang negara pokonya," kata Ali saat ditemui di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Selasa (19/1/2021).

Dia mengaku belum mengetahui secara detail mengenai nominal uang yang diduga menyimpang. Pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"(Kerugian) belum ampai kesitu. Sudah langsung koordinasi BPK," bebernya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini