Banjir Bandang di Puncak, Menko PMK: Efek La Nina

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 20 Januari 2021 23:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 337 2348019 banjir-bandang-di-puncak-menko-pmk-efek-la-nina-rUvcLqjtBP.jpg

BOGOR - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut tingginya bencana alam yang terjadi di Indonesia akibat dampak badai La Nina. Termasuk banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Bogor.

"Tahun ini kita tau bahwa memang efek dari badai La Nina itu mempengaruhi kondisi iklim abnormal. Jadi yang terjadi ini banjir bandang, saya lihat terutama akibat dari curah hujan yang sangat luar biasa besarnya. Karena bertubi-tubi hujan deras kemudaian menciptakan banjir bandang ini," kata Muhadjir, usai meninjau lokasi banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Rabu (20/1/2021).

Muhadjir menambahkan, dari lingkungan kawasan Gunung Mas yang dikelola PTPN itu masih baik. Hanya saja memang perlu ada penambahan tanaman keras dan perdu di kemiringan tanah ekstrim.

"Sepanjang saya amati termasuk laporan dari dirut PTPN sebetulnya (lingkungan) masih terawat dengan baik. Hanya tadi saya merekomendasikan segera ada penanaman pohon keras lebih diperbanyak sehingga kondisi lingkungan semakin aman," jelasnya.

Muhadjir pun meminta pengelola kawasan Gunung Mas untuk merelokasi warga yang terdampak atau berada di daerah rawan. Hal itu guna meminimalisir dampak bencana yang bisa terjadi dikemudian hari.

"Kejadian ini kan di wilayah PTPN, sehingga relatif mudah terkendali juga yang terdampak dari jumlah rumahnya tidak banyak tapi memang mengantisipasi jangan sampai terjadi banjir susulan maka kita ungsikan wilayah yang kira-kira rawan. Tadi saya sarankan kepada dirut, supaya ada pemindahan rumah karyawan yang rentan bencana," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos Rachmat Koesnadi menjelaskan pihaknya menyalurkan bantuan tahap I kepada korban terdampak senilai Rp 107.357.775.

"Bantuan ini berupa makanan bayi, selimut, matras dan logistik lainnya. Ini merupakan bentuk negara hadir untuk membantu masyarakat," kata Rachmat.

Selanjutnya setelah melihat kondisi lapangan dan berdasarkan arahan Menko PMK disalurkan bantuan tahap II senilai Rp 121.643.665 berupa kebutuhan pengungsian lainnya seperti perlengkapan memasak dan lainnya. Kemudian untuk membantu melakukan evakuasi, Kemensos juga menerjunkan taruna siaga bencana (TAGANA), SDM PKH, TKSK, Karang Taruna dan relawan lainnya sebanyak 350 orang.

"Mereka akan bersama TNI-Polri dan Pemda melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban," tambah Rachmat.

Sementara untuk kebutuhan makanan, Kemensos juga telah membuka dapur umum sejak hari pertama banjir bandang. "Dapur umum telah memasak sebanyak 900 bungkus pada tanggal 19 dan hari ini memasak 1.120 bungkus bagi pengungsi," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini