8 Komitmen Listyo Sigit Prabowo sebagai Calon Kapolri

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 20 Januari 2021 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 337 2347571 8-komitmen-listyo-sigit-prabowo-sebagai-calon-kapolri-5k52W2g9iE.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo selangkah lagi akan menduduki kursi nomor satu di Korps Bhayangkara, menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang akan memasuki purna tugas.

Sebagai calon tunggal yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi), mantan Kapolda Banten itu akan menjadi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR.

Dalam makalah yang dibacakannya di hadapan Komisi III DPR, Listyo menulis tentang Transformasi Menuju Polri yang Presisi (prediktif, responbilitas, transpanransi dan keadilan).

(Baca juga: Ulama Kharismatik Habib Abdullah bin Ali Alattas Wafat)

“Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membangun kepemimpinan 2021-2024 dengan tagline transformasi Polri PRESISI yang merupakan abreviasi dari Prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Konsep ini merupakan fase lebih lanjut dari Polri Promoter yang telah digunakan pada periode sebelumnya, dengan pendekatan pemolisian berorientasi masalah (problem oriented policing),”mengutip makalah Komjen Listyo, Rabu (20/1/2021).

(Baca juga: KNKT Sebut Amerika dan Singapura Turut Serta Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air)

Dalam kepemimpinan Polri Presisi, ditekankan pentingnya kemampuan pendekatan pemolisian prediktif (predictive policing) agar Polri mampu menakar tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui analisa berdasarkan pengetahuan, data, dan metode yang tepat sehingga dapat dicegah sedini mungkin.

Kata responsibilitas dan transparansi berkeadilan menyertai pendekatan pemolisian prediktif yang ditekankan agar setiap insan Bhayangkara mampu melaksanakan tugas Polri secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab, dan berkeadilan. Untuk membawa laju perubahan ini, kepemimpinan

Di depan Komisi III, Listyo juga membacakan delapan komitmennya jika dirinya telah dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Delapan komitmennya yaitu:

1. Menjadikan Polri Sebagai institusi yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).

2. Menjamin keamanan untuk mendukung pembangunan nasional.

3. Menjaga solidaritas internal.

4. Meningkatkan sinergisitas dan solidaritas TNI Polri, serta bekerjasama dengan APH dan kementerian/lembaga untuk mendukung dan mengawal program pemerintah.

5. Mendukung terciptanya ekosistem inovasi dan kreativitas yang mendorong kemajuan Indonesia.

6. Menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan.

7. Mengedepankan pencegahan permasalahan, pelaksanaan keadilan restoratif dan problem solving.

8. Setia kepada NKRI dan senantiasa merawat kebhinekaan.

Salah satu hal yang disoroti oleh Sigit yakni tidak ada lagi nantinya hukum yang tumpul ke atas, tajam ke bawah. Sebagai contoh, Sigit menyebut kasus nenek Minah di Purwokerto yang dihukum penjara lantaran mencuri Kakao.

"Bagaimana untuk tetap wujudkan rasa keadilan menjadi organisasi transparan, dan tentunya potret lain tentang kondisi saat ini yang harus diperbaiki. Contoh ke depan tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas, tidak boleh ada kasus nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum," kata Sigit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini