Suap Pilkada Banjar 2013, KPK Selisik Lewat Ketua DPC PPP

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 20 Januari 2021 09:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 337 2347472 suap-pilkada-banjar-2013-kpk-selisik-lewat-ketua-dpc-ppp-JTp5SAREyT.jpg KPK telisik kasus suap Pilkada Banjar 2013 melalui Ketua DPC PPP.(Foto:Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelisik dugaan uang suap terkait proyek infrastrukur pada Dinas PUPR Kota Banjar, yang mengalir untuk kampanye pemenangan salah satu pasangan calon (paslon) di Pilkada Kota Banjar tahun 2013.

Hal itu terungkap setelah penyidik memeriksa Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sekaligus mantan anggota DPRD Kota Banjar H Mujamil pada Selasa, 19 Januari 2021. Mujamil diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

"H Mujamil (Ketua DPC PPP) dikonfirmasi mengenai pembentukan tim pemenangan salah satu paslon pada saat Kampanye Pilkada Kota Banjar Tahun 2013," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga: KPK Cecar Eks Sekdis PU Kota Banjar soal Aliran Gratifikasi

Selain Mujamil, penyidik juga memeriksa tiga saksi lainnya dalam perkara ini. Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan di Aula Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jabar Jalan Jenderal H Amir Machmud Nomor 50, Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Tahanan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Terkait Suap Raperda PDAM Banjarmasin

Adapun tiga saksi lainnya, yakni dua teller BJB Banjar Lurry dan Sari yang didalami penyidik keterangannya soal transaksi perbankan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara ini, serta Wakil Direktur PT Mukti Elektrik, H Dadang. Terhadap Dadang, penyidik mengonfirmasi ihwal adanya dugaan pemberian fee terkait sejumlah proyek pada Dinas PUPR di Kota Banjar.

"H Dadang (Wakil Direktur PT Mukti Elektrik) dikonfirmasi mengenai adanya dugaan pemberian sejumlah uang dalam bentuk fee atas pelaksanaan pekerjaan proyek di Dinas PUPR Kota Banjar," ungkap Ali.

Sekadar informasi, KPK memang sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR Kota Banjar tahun 2012-2017. Namun memang, KPK belum mengumumkan secara detail konstruksi kasus serta tersangka dalam kasus ini.

Berdasarkan informasi yang dikantongi MNC News Portal Indonesia, salah satu tersangka dalam perkara ini yaitu, Wali Kota Banjar periode 2008-2013, Herman Sutrisno. Herman Sutrisno diduga menerima suap dari Rahmat Wardi terkait proyek pada Dinas PUPR Kota Banjar.

Informasi penetapan tersangka terhadap Herman Sutrisno itu terungkap dari surat panggilan pemeriksaan seorang saksi dalam perkara ini. Dalam surat tersebut, Herman Sutrisno telah ditetapkan sebagai tersangka dan surat tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Penindakan KPK, Setyo Budiyanto.

Saat ini, penyidik masih terua melakukan tahap pengumpulan alat bukti yang diantaranya memeriksa saksi dan melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di Kota Banjar. Salah satu lokasi yang telah digeledah yakni pendopo Wali Kota Banjar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini