Ucapan Biduan Wanita Buka Aurat hingga PKI Sebabkan Gus Nur Dibui

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 19 Januari 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 337 2347190 ucapan-biduan-wanita-buka-aurat-hingga-pki-sebabkan-gus-nur-dibui-sNvs0r9gYR.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang perdana kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Sugi Nur Raharja atau Gus Nur pada Selasa 19 Januari 2021 ini. Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun membacakan dakwaannya terhadap Gus Nur.

Dalam dakwaan, Jaksa pun menjelaskan pernyataan Gus Nur yang dianggap sebagai ujaran kebencian.

(Baca juga: Sidang Perdana Ujaran Kebencian, Gus Nur Minta Umat Islam Doakan Dirinya)

Dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum itu merujuk pada wawancara Gus Nur di akun YouTube Munjiat Channel. Adapun ucapan-ucapan Gus Nur yang dinilai telah melanggar hukum, pertama pada menit 03.45, Gus Nur berbincang dengan Refli Harun tentang organisasi Nadhatul Ulama (NU).

Gus Nur menyebut jika NU adalah bus umum yang diisi oleh supir pemaduk, kondukter teler, dan ekrnet ugal-ugalan. Kata Gus Nur, seakan-akan organisasi NU saat ini tidak lagi ada kesucian.

"Sopirnya begitu kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. Merokok juga, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga, jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu sekarang seakan-akan nggak ada sekarang," ujar Jaksa Didi AR menirukan ucapan Gus Nur di persidangan, Selasa (19/1/2021).

Menurut Didi, bus umum yang disebut Gus Nur adalah organisasi NU. Selanjutnya, sopir mabuk yang dimaksud adalah Ketua Umum NU, KH. Aqil Siraj dan Wakil Presiden Maruf Amin.

"Bahwa maksud terdakwa seperti bus umum adalah ormas NU. Supirnya mabok adalah ketua umum KH. Aqil Sirodj dan KH Ma'ruf Amin yang mengeluarkan statment selalu menimbulkan kontroversi di tengah-tengah umat, sehingga umat islam pada umumnya bahkan warga Nahdiyin sendiri terpecah belah," tuturnya.

Jaksa Didi menyinggung ucapan lain Gus Nur yang tercantum di video tersebut yang menyatakan NU telah berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Contohnya, joget dangdut dengan biduanita hingga menjaga gereja.

"Keneknya ugal ugalan adalah tidak mengikuti aturan dan tidak beradab semua penumpang, atau sekuler, liberal, PKI, joget dangdut dengan biduan wanita yang buka aurat, menjaga Gereja dan lain-lain," katanya.

Jaksa Didi menambahkan, suara dalam video tersebut adalah suara Gus Nur. Hal itu terbukti melalui pemeriksaan forensik digital yang telah dilakukan oleh penyidik kepolisian. "Maka suara barang bukti adalah identik dengan suara pembanding atas nama Sugi Nur Raharja," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini