Gus Nur Didakwa Sebarkan Ujaran Kebencian

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 19 Januari 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 337 2347163 gus-nur-didakwa-sebarkan-ujaran-kebencian-JsiN2M3ZEr.jpg Persidangan Gus Nur di PN Jakarta Selatan (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang perdana kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Sugi Nur Raharja atau Gus Nur pada Selasa 19 Januari 2021 ini. Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun membacakan dakwaannya terhadap Gus Nur. 

Adapun JPU dihadiri oleh Didi AR, yang mana Jaksa bernama Didi itu menyatakan, kalau Gus Nur telah melakukan perbuatan penyebaran ujaran kebencian. Persidangan itu digelar pada sekitar pukul 15.10 WIB dan berlangsung kurang dari satu jam.

"Bahwa terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, fas dan antagolongan (SARA)," katanya di PN Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga: Penangguhan Penahanan Gus Nur Belum Bisa Dipastikan

Menurutnya, video tersebut dibuat pada 16 Oktober 2020 lalu di Sofyan Hotel, Jl Prof. DR Soepomo, Tebet Barat, Jakarta Selatan. Saat itu, wawancara dilakukan bersama ahli hukum tata negara, Refly Harun yang dalam kasus ini dijadikan sebagai saksi oleh kepolisian.

Jaksa Didi AR lantas menjelaskan tentang poin dakwannya itu di persidangan, yang mana menjadi persoalan dalam kasus yang menjeratnya itu. Jaksa juga menyebutkan, akun Youtube MUNJIAT Channel merupakan milik Gus Nur dan dibuat pada lima tahun lalu. Gus Nur disebut membuat akun tersebut melalui registrasi dari akun email [email protected]

"Bahwa terdakwa dapat mengoperasikan komputer dan internet dengan cara belajar sendiri/otodidak dan juga dapat mengedit video atau foto serta terdakwa mempunyai akun dan nomor handphone sebagai berikut," tuturnya.

Dalam sidang kali ini, Gus Nur hadir secara virtual karena berada di Rumah Tahanan Bareskrim Polri. Melalui tim kuasa hukumnya yang terdiri dari Aziz Yanuar, Eggy Sudjana, Novel Bamukmin, Achmad Michdan, dan Ahmad Khazinudin, Gus Nur menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi.

Gus Nur didakwa Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga:  Anak Gus Nur Dipanggil Penyidik Bareskrim

Atau, Pasal 45 ayat (3) jo, pasal 27 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini