Denjaka Rekam Serpihan Sriwijaya Air yang Hancur di Dasar Laut, Ini Videonya

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 19 Januari 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 337 2347135 denjaka-rekam-serpihan-sriwijaya-air-yang-hancur-di-dasar-laut-ini-videonya-xMvJHYfXRx.jpeg Foto: Okezone.

JAKARTA - Pasukan Khusus TNI AL dari Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan Intai Para Amfibi Marinir (Taifib) menyelam sejumlah titik yang diduga lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021).

(Baca juga: Sriwijaya Air Jatuh, Dua Pasukan Elite Kopaska dan Denjaka Menyelam di Kepulauan Seribu)

Kedua pasukan elite ini terus mencari korban dan cockpit voice recorder' (CVR) yang merupakan bagian kotak hitam saat merekam percakapan antara pilot dan kopilot selama berada di kokpit. Bahkan, pencarian sempat dihentikan sementara karena cuaca buruk.

(Baca juga: Tangis Ibu Pramugari Dhurrotul Jannah Meledak Melihat Peti Jenazah Anaknya)

Kendati demikian, ganasnya cuaca tidak menyurutkan nyali pasukan khusus ini yang biasa ditempa di Bhumi Marinir Karang Pilang, Surabaya untuk mencari korban. Bahkan pasukan penyelam Denjaka dan Marinir berhasil menjangkau dasar laut di titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Penyelam juga mendokumentasikan temuan titik jatuh pesawat tersebut. Dalam video yang dilihat Okezone dari akun Marinir TNI AL, terlihat puing-puing badan pesawat masih berserakan di dasar laut.

Berikut ini videonya:

Sebelumnya, Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan, Operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tetap berlanjut di hari ke-11, meskipun cuaca tidak bersahabat.

Rasman menjelaskan, angin kencang menerpa sekitaran perairan Kepulauan. Akibatnya, gelombang tinggi pun muncul.

"Hari ini kondisi cuaca sangat tidak bersahabat. Sangat tidak menguntungkan untuk dilakukan penyelaman. Data terakhir yang saya terima di lapangan, tinggi gelombang 1,5 meter sampai 2,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 31 knot," kata Rasman di JICT II, Jakarta Utara, Selasa (19/1/2021).

(Baca Juga: Ini Identitas 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi)

Ia menambahkan, gelombang tinggi dengan angin yang kencang mengancam keselamatan tim penyelam yang ditugaskan untuk melakukan pencarian di bawah laut. 

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini