Andi Irfan Jaya Rekan Pinangki Hadapi Sidang Vonis Suap Pengurusan Fatwa MA

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 18 Januari 2021 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 337 2346210 andi-irfan-jaya-rekan-pinangki-hadapi-sidang-vonis-suap-pengurusan-fatwa-ma-FROmGi0dGt.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali mengagendakan sidang putusan untuk terdakwa mantan Politikus NasDem, Andi Irfan Jaya, pada hari ini, Senin (18/1/2021). Andi Irfan Jaya merupakan rekan mantan Jaksa, Pinangki Sirna Malasari.

Andi Irfan Jaya akan menghadapi vonis kasus dugaan suap terkait pemufakatan jahat dalam mengupayakan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk perkara Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra). Andi Irfan Jaya rencananya tidak dihadirkan secara langsung di PN Jakpus.

"Info dari hakim kemarin begitu. Protokol KPK, tahanan saat ini enggak boleh hadir langsung, tapi daring," kata salah satu Pengacara Andi Irfan Jqya, Andi Syafrani saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (18/1/2021).

Sebelumnya, sidang putusan untuk Andi Irfan Jaya yang diagendakan pada Rabu, 13 Januari 2021, sempat ditunda. Sidang ditunda karena putusan dari majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan belum siap.

Andi Syafrani mengaku tidak mengetahui dengan pasti pukul berapa sidang untuk kliennya akan digelar, pada hari ini. Kemungkinan, sidang akan digelar pukul 10.00 WIB. Syafrani berharap hakim dapat menyatakan kliennya tidak bersalah, atau minimal, putusannya lebih rendah dari tuntutan Jaksa.

"Harapan idealnya Andi Irfan dinyatakan tidak bersalah. Harapan biasanya, semoga diputus lebih rendah daripada tuntutan Jaksa. Belum pasti info soal jamnya. Ada yang bilang jam 10, ada yang bilang siang," ucapnya.

Baca Juga : Komnas HAM Sebut Para Laskar FPI Tertawa Bisa Kelabui Polisi

Andi Irfan Jaya sendiri dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan oleh Jaksa penuntut umum. Andi Irfan diyakini terbukti menjadi perantara suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki Sirna Malasari dan terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Jaksa menilai Andi Irfan terbukti menjadi perantara suap sebesar 500 ribu dolar AS untuk mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari Djoko Tjandra. Andi Irfan juga terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Djoko melalui rencana action plan dengan menjanjikan uang 10 juta dolar AS kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

Kedua hal tersebut dilakukan untuk membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan ke Djoko Tjandra atas kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali selama 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta subsider 3 bulan kurungan tidak dapat dieksekusi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini