Komnas HAM Sebut Para Laskar FPI Tertawa Bisa Kelabui Polisi

Tim Okezone, Okezone · Senin 18 Januari 2021 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 337 2346133 komnas-ham-sebut-para-laskar-fpi-tertawa-bisa-kelabui-polisi-bSv3UpC9Pk.jpg Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Tengah) (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Ada suara tawa dari para Laskar Front Pembela Islam (FPI) saat berhasil kelabui polisi ketika terjadi bentrok di Jalan Tol Jakarta Cikampek beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik

Ahmad Taufan mengatakan, tawa para anggota Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab diketahui berdasarkan rekaman suara percakapan yang didapatkan. Menurutnya, para laskar juga memiliki sebutan tersendiri untuk polisi.

"Ada suara yang itu (tawa laskar FPI -red) kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa. Iya di dalam voice note itu mereka ketawa sudah bisa mengakali 'kirdun-kirdun' atau apalah sebutannya," kata Damanik dalam sebuah diskusi daring, Minggu 17 Januari 2021.

Dia memaparkan, setelah mendengar suara tembakan dan rekannya tertembak, terdengar bahwa FPI hendak melakukan serangan baik. Instruksi serangan balik juga tertera dalam rekaman suara.

"Kita punya rekaman suara lebih lengkap, ada kata-kata ketika suara tembakan mengena dan ada suara orang yang menangis karena terkena tembakan, ada kata-kata serangan balik," urainya.

Polisi pengintai rombongan Habib Rizieq, kata dia, sebenarnya telah tertinggal jauh. Akan tetapi, dua mobil pengawal eks pimpinan FPI itu sengaja menunggu polisi guna memprovokasi. "Keterangannya begitu memang mereka ingin berhadapan dengan aparat kepolisian. Tetapi ya ada langkah mereka untuk menunggu (polisi)," tuturnya.

Baca Juga : Listyo Sigit Prabowo Dinilai Sosok yang Memanusiakan Manusia

Sebelumnya, Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam menyatakan, sebanyak dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, di antara Jalan Internasional Karawang sampai km 49 tol Cikampek.

Sementara empat orang lainnya yang masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini