Fahri Hamzah Tuntut Anggota DPR-DPD Lebih Kritis ke Pemerintah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 17 Januari 2021 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 337 2345988 fahri-hamzah-tuntut-anggota-dpr-dpd-lebih-kritis-ke-pemerintah-dAQjXcU9Ha.jpg Fahri Hamzah (Foto : Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, tiba-tiba menyinggung kinerja wakil rakyat baik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Menurutnya, para wakil rakyat saat ini kurang kritis terhadap pemerintahan.

Atas dasar itulah, mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut meminta para wakil rakyat bersuara lebih keras kepada pemerintahan untuk mewakili masyarakat di lapisan bawah. Itu karena anggota DPR maupun DPD punya keistimewaan hak bertanya kepada pemerintah.

"Sebagai rakyat kita harus menuntut 575 anggota @DPR_RI dan 134 anggota @DPDRI untuk bersuara lebih keras. Agar suara-suara tak terdengar di lapisan paling bawah terwakili. Mereka punya #HakBertanya, imunitas dan protokoler sebagai hak pribadi selain hak kelembagaan yang tinggi," ujar Fahri Hamzah melalui akun resmi twitternya @Fahrihamzah yang diunggah pada Minggu (17/1/2021).

Menurut Fahri, sudah seharusnya para anggota DPR maupun DPD menyuarakan kegelisahan rakyatnya. Sebab, suara rakyat ada di para anggota parlemen.

"Begitulah jika seorang mendapat mandat dari rakyat, mereka menjadi kuat dan rakyat menjadi kuat terwakili. Adapun kita, sebagai rakyat sebenarnya kita ingin kerja, urus keluarga dan ibadah. Tapi kalau ada masalah dengan fungsi-fungsi kekuasaan negara kita tetap harus menempuh jalan hukum," ucapnya.

Baca Juga : 33 RUU Prolegnas Prioritas 2021 Disetujui, Berikut Daftarnya

"Saya juga demikian. Rakyat harus terus maju ke depan. Karena rakyat itu permanen, membawa suara kebenaran. Pemerintah berganti sepanjang jalan. Selama kita mengusung kebenaran maka kita adalah saudara...cara boleh beda..tapi tujuan tetap sama. Kita mencintai negeri kita," sambungnya.

Baca Juga : Soal Calon Kapolri, Rapat Komisi III dan PPATK Digelar Tertutup

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini