Aktivitas Gunung Merapi Masih Dalam Status Siaga

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 15 Januari 2021 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 337 2345278 aktivitas-gunung-merapi-masih-dalam-status-siaga-IHMITVPbaB.jpg Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)

JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi, Yogyakarta selama seminggu atau sejak 8 Januari hingga 14 Januari. Laporan itu menyebut Gunung Merapi masih dalam status siaga.

Dalam laporannya yang dipublikasikan di Instagram @BPPTKG menyebut bahwa guguran lava pijar teramati sebanyak 128 kali dengan jarak luncur maksimal 900 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak.

"Terjadi 2x awanpanas guguran dengan jarak luncur maksimal 600 m ke arah barat daya hulu Kali Krasak," tulis akun tersebut sebagaimana dilansir Okezone, Jumat (15/1/2021).

Baca juga:  Guguran Lava Pijar Keluar 14 Kali dari Gunung Merapi 

Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 14 Januari terhadap tanggal 7 Januari 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan perkembangan kubah lava baru.

Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 45 Kali Semalam

Lalu, kubah lava baru yang selanjutnya disebut sebagai ubah lava 2021 berada di sektor Barat Daya G. Merapi di sekitar tebing Lava-1997. Pada tanggal 14 Januari 2021 volume kubah lava terukur sebesar 46.766 m3 dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 m3/hari.

"Intensitas kegempaan internal pada minggu ini menurun signifikan dibandingkan minggu lalu. Sedangkan gempa RF yang mencerminkan aktivitas guguran lava dari erupsi cenderung tinggi," lanjut laporan tersebut.

 

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 6 cm/hari. Dalam dua minggu ini laju pemendekan jarak menunjukkan penurunan yang signifikan.

BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan – Barat Daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini