Basarnas Laksanakan Operasi SAR di Kalsel dan Mamuju

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 15 Januari 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 337 2345174 basarnas-laksanakan-operasi-sar-di-kalsel-dan-mamuju-MrKer0n570.jfif Basarnas ketika jumpa pers di JICT Jakut (foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito menyebutkan, Presiden RI, Joko Widodo telah memerintahkan Kepala BNPB dan Mensos untuk ke lokasi bencana gempa bumi, Mamuju, Sulawesi Barat.

Bahkan, dia dan Panglima TNI pun diperintahkan pula ke lokasi bencana di Mamuju Sulawesi Barat, Banjarmasin Kalimantan Selatan, dan Sumedang Jawa Barat.

"Presiden sudah memerintahkan Kepala BNPB, Mensos ke Mamuju dan besok Panglima TNI dan saya diperintahkan ke Kalsel dan Mamuju dengan membawa keperluan yang dibutuhkan serta peralatan untuk melaksanakan Operasi SAR," ujarnya pada wartawan, Jumat (15/1/2021).

Baca juga:  BMKG: Gempa Majene Berkaitan dengan Bencana 1969

Menurutnya, peralatan itu dibutuhkan untuk melakukan Operasi SAR pencarian dan evakuasi warga yang terdampak bencana di lokasi bencana, seperti Mamuju, Banjarmasin, dan Sumedang. Di Mamuju sendiri, Tim SAR Gabungan dari Basarnas telah turun ke lokasi melakukan estrikasi atau lencarian orang-orang yang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Operasi SAR di daerah tersebut (Mamuju) masih berlangsung dan kita terus berusaha optimum melaksankan dengan upaya-upaya yang ada bersama seluruh stekholder yang ada. Basarnas, BNPB, TNI-Polri, Organisasi SAR yang ada BPBD, dan lainnya, mudah-mudahan pelaksaan operasi SAR berjalan lancar," tuturnya.

Baca juga:  BMKG: Mekanisme Sesar Gempa Sulbar Mirip Gempa Lombok Tahun 2018

Sedangkan terkait data korban terdampak bencana yang diterima Basarnas, kata dia, di Kalimantan Selatan tercatat ada 2.600 pengungsi dan diharapkan tak ada korban jiwa meninggal. Di Mamuju tercatat ada 34 orang meninggal dunia dengan belasan ribu pemgungsi dan di Sumedang tercatat ada 24 orang meninggal dunia akibat longsor dan 16 orang masih dalam pencarian.

"Memang kadang faktor cuaca nenjadi hambatan dalam operasi SAR. Terkait jumlah (korban) sangat dinamis, bisa bergerak dan berubah serta kami mohon doanya, kami pun akan berusaha seoptimal yang bisa dilaksanakan," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini