KPK Panggil Eks Dirjen Perikanan Tangkap Jalan Terkait Suap Ekspor Lobster

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 15 Januari 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 337 2344868 kpk-panggil-eks-dirjen-perikanan-tangkap-jalan-terkait-suap-ekspor-lobster-gMEmtSccg9.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Jalan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Zulfikar Mochtar, pada hari ini. Ia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Zulfikar Mochtar akan dikorek kesaksiannya atas kasus dugaan suap terkait proses perizinan ekspor benih lobster yang menyeret mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP). Kesaksian Zulfikar hari ini, untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Suharjito (SJT).

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SJT," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (15/1/2021).

Selain Zulfikar Mochtar, penyidik juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, mantan Staf Edhy Prabowo, Qushairi Rawi; pengurus rumah tangga, Devi Komalasari; swasta, Abimanyu; dan Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP, DR Ir Rina. Mereka akan diperiksa untuk penyidikan tersangka Suharjito.

Tak hanya itu, penyidik juga memanggil dua saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Edhy Prabowo. Keduanya yakni, Manager Kapal PT DPP, Agus Kurniawanto; dan seorang staff, Adi Sutejo. Belum diketahui apa yang akan didalami penyidik terhadap para saksi tersebut.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Pribadi Misata (APM).

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Baca Juga : KPK Sita Tas & Baju Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo di Amerika

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya, Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini