Share

Dirut RS Ummi Minta Jadwal Ulang, Habib Rizieq dan Menantunya Tetap Diperiksa Bareskrim

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 15 Januari 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 337 2344855 dirut-rs-ummi-minta-jadwal-ulang-habib-rizieq-dan-menantunya-tetap-diperiksa-opMBRIhtZM.jpg Habib Rizieq Shihab.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Direktur Rumah Sakit Ummi Bogor, Andi Tatat tidak dapat memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk diperiksa terkait kasus dugaan menghalangi penanggulangan wabah Covid-19 dengan swab test Habib Rizeq Shihab

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, Andi Tatat meminta agar dilakukan penjadwalan ulang.

"Ada update, kuasa hukum dr Tatat tadi malam minta pengunduran pemeriksaan pada hari Senin 18 Januari 2021," kata Andi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Kejagung Terima Berkas Perkara Habib Rizieq Shihab

Selain Andi Tatat, kata dia rencananya dua tersangka lain dalam kasus tersebut yakni Habib Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas juga diagendakan pemeriksaan hari ini.

Baca Juga: Tiba di Rutan Bareskrim Polri, Habib Rizieq Sampaikan Pesan Ini

Adapun keduanya sendiri berkenan untuk dilakukan pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka. "Untuk Habib Hanif Alatas dan Habib Rizieq Shihab, akan diperiksa setelah shalat Jumat," tandasnya.

Sebagai informasi, Habib Rizieq bersama mantunya Habib Hanif Alatas dan Dirut RS Ummi Andi Tatat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pidana menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular, terkait pengambilan tes swab Habib Rizieq Shihab di RS Ummi Bogor.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Kemudian Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

Kasus ini bermula ketika Dirut RS Ummi Andi Taat dilaporkan dengan nomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Adapun pasal yang disangkakan, yakni Pasal 14 Ayat 1, 2 UU Nomor 4 Tahun 1984.

Dalam laporannya, RS Ummi diduga menghalangi atau menghambat Satgas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19 yang akan melakukan swab tes terhadap salah satu pasiennya yang diduga terpapar Covid-19

RS Ummi Kota Bogor dinilai tidak memberikan penjelasan yang utuh terkait protokol proses penanganan terhadap pasien tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini