Majene Diguncang 28 Kali Gempa

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 15 Januari 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 337 2344842 majene-diguncang-28-kali-gempa-wfmtQjX4pM.jpeg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hingga saat ini sebanyak 28 gempa mengguncang Majene, Sulawesi Barat dalam dua hari terakhir yakni tanggal 14 dan 15 Januari 2021.

Di mana dua gempa besar yakni pada hari Kamis 14 Januari 2021 dengan kekuatan magnitudo 5,9 dan Jumat 15 Januari 2021, pukul 01.28 WIB atau pukul 02.28 waktu setempat dengan megnitudo 6,2. Dan gempa susulan sebanyak 26 gempa.

“Kemudian kami sudah mencatat sejak kejadian yang pertama kemarin itu sudah terjadi 28 kali gempa. Termasuk dua gempa yang pertama yang kemarin jam 1, sekitar jam 1 siang kemudian yang kedua adalah yang dini hari tadi. Dan yang 26 adalah gempa-gempa susulan,” ungkap Dwikorita dalam Konferensi Pers Kejadian Gempa Bumi M6,2 Dan Potensi Bencana Hidrometeorologi secara virtual, Jumat (15/1/2021).

Dwikorita menjelaskan rentetan fenomena kegempaan di Majene tanggal 14 Januari 2021. “Kami sudah menyampaikan informasi tentang gempa bumi di Majene, di wilayah Majene dan kemarin sekitar pukul 1 siang kekuatannya adalah 5,9 magnitudo” katanya.

“Namun 12 jam kemudian sekitar pukul 1 dini hari, tepatnya pukul 1 lebih 28 menit, tanggal 15 Januari terjadi lagi gempa dengan kekuatan yang sedikit lebih besar dan lebih mengguncang, lebih merusak yaitu magnitudonya 6,2,” tuturnya.

Dwikoriita mengatakan jika episenternya kurang lebih sama. “Di episenter yang sama yaitu terletak pada jarak kurang lebih 6 KM arah timur laut Majene, Sulawesi Barat. Dan pusat gempa berada pada kedalaman 10 km,” katanya.

“Ini berarti gempa dangkal, tentu karena magnitudonya cukup besar, juga sangat dirasakan di permukaan,” ungkap Dwikorita.

Baca Juga : BNPB: 4 Meninggal Dunia Akibat Gempa Bumi 6,2 SR di Majene

Dwikorita mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya atau kedalaman pusat gempanya gempa di Majene ini termasuk gempa dangkal.

“Gempa bumi ini kita kategorikan adalah gempa dangkal sebagai akibat dari aktivitas sesar atau patahan lokal yang ada disana. Nah, hasil analisa kami gempa tersebut merupakan mekanisme pergerakan naik,” ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini