Wali Kota Nonaktif Cimahi Diduga Gunakan Uang Suap untuk Beli Tanah Atas Nama Anaknya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344587 wali-kota-nonaktif-cimahi-diduga-gunakan-uang-suap-untuk-beli-tanah-atas-nama-anaknya-jCDnOd7KkM.jpg Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto : Sindo/Sabir Laluhu)

JAKARTA - Wali Kota nonaktif Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AJM), diduga menggunakan uang hasil suap terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda untuk membeli tanah di Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat. Tanah di Dago Pakar tersebut dibeli Ajay dengan mengatasnamakan anaknya.

"Uang yang diduga diterima tersangka diduga digunakan untuk membeli aset berupa tanah di Dago Pakar atas nama anak tersangka AJM," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (14/1/2021).

Penyidik telah menyita sejumlah uang yang diduga digunakan Ajay untuk membeli tanah di Dago Pakar tersebut. Sejumlah uang itu disita penyidik KPK dari pihak developer Dago Pakar PT Bandung Pakar.

Ali mengatakan, salah satu pihak daro developer Dago Pakar PT Bandung Pakar telah mengembalikan uang yang berasal dari Ajay tersebut pada saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Selanjutnya, uang tersebut langsung disita.

"Pihak developer mengembalikan dana yang sudah disetor ke developer tersebut dan kemudian dilakukan penyitaan," jelasnya.

Sekadar informasi, KPK menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AJM) dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan (HY) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.

Baca Juga :  KPK Perpanjang Masa Tahanan Wali Kota Cimahi dan Penyuapnya

Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp1,661 miliar dari total kesepakatan Rp3,2 miliar. Uang sebesar Rp1,661 miliar itu diterima Ajay Priatna dalam lima kali tahapan dari Hutama Yonathan. Uang itu disinyalir berkaitan dengan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

Baca Juga : KPK Sita Dokumen Diduga Terkait Izin Proyek Rumah Sakit dari Sekda Cimahi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini