Syekh Ali Jaber Wafat, JK: Kepergiannya Kehilangan bagi Umat Islam Indonesia

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344432 syekh-ali-jaber-wafat-jk-kepergiaannya-kehilangan-bagi-umat-islam-indonesia-t5ZeLumYCO.jpg Jusuf Kalla (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya pendakwah ternama Syekh Ali Jaber.

Menurut JK, kepergian Syekh Ali Jaber merupakan kehilangan besar bagi umat Islam di Indonesia, mengingat almarhum semasa hidupnya memiliki dedikasi yang cukup tinggi.

“Almarhum telah berdakwah dari mesjid ke mesjid di seluruh Indonesia,” kata JK melalui keterangan tertulis kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (14/1/2021).

Dalam berdakwah di berbagai masjid serta pengajian, Syekh Ali Jaber menyampaikan dakwah secara teduh, sejuk bahkan santun, mengajak umat ke jalan yang benar.

“Tentunya kita semua berduka cita atas wafatnya ulama besar dan ternama, Syekh Ali Jaber. Kepergiannya merupakan suatu kehilangan yang besar bagi umat Islam di Indonesia," imbuh Mantan Wakil Presiden RI itu.

Dengan aksen dan bahasa Indonesia yang baik, wajah Syekh Ali Jaber, yang bersahaja juga sangat akrab dengan pemirsa Indonesia yang rutin mengisi acara-acara religius di televisi nasional. Dakwah dan pesan pesan kebaikannya kerap kali viral di sosial media, sehingga sosoknya begitu dekat dengan umat.

Sebagaimana diketahui, Syekh Ali Jaber wafat di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2021. Ia dinyatakan negatif corona setelah sebelumnya terinfeksi virus tersebut.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, 3 Februari 1976, almarhum sejak kecil telah menekuni membaca Alquran. Ayahnya yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Alquran

Baca Juga : Sebelum Sriwijaya SJ-182 Jatuh, Pria Ini Minta Istrinya Terus Bersholawat

Baca Juga : Syekh Ali Jaber Sempat Ingin Dimakamkan di Lombok, Mertua: Keputusan di Tangan Keluarga

Ia mendapatkan pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran kepada tokoh dan ulama ternama yang berada di Madinah dan luar Madinah, Arab Saudi.

Selama penggembelangan dirinya, ia juga rutin mengajar dan berkdakwah khususnya di tempat tinggalnya, yakni masjid tempat ayahnya mensyiarkan Islam dan Ilmu Alquran. Selama di Madinah ini, ia juga aktif sebagai guru hafalan Alquran di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu masjid Kota Madinah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini