Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Wagub DKI: Beliau Inspirasi bagi Kita

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344291 syekh-ali-jaber-meninggal-dunia-wagub-dki-beliau-inspirasi-bagi-kita-Pd1QrKnkvc.jpg Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: Sindo)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria berduka atas wafatnya pendakwah Syekh Ali Jaber. Menurut Ariza, Syekh Ali menjadi inspirasi bagi khalayak dalam berkegiatan sehari-hari.

"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'uun. Duka mendalam kami atas meninggalnya Bapak Syekh Ali Jaber. Beliau adalah inspirasi bagi kita dalam kegiatan sehari-sehari," kata Ariza dikutip dari akun Facebooknya, Kamis (14/1/2021).

Baca juga:  Syekh Ali Jaber Wafat, Mahfud MD: Beliau Ingin Mencetak Sejuta Penghafal Alquran 

Menurut politikus Gerindra itu, Syekh Ali Jaber adalah teladan dalam menjalani kehidupan yang sementara ini. Almarhum, lanjutnya, adalah ulama yang selalu menyampaikan islam yang rahmatan lil alamiin.

"Mari kita doakan Syekh Ali Jaber. Semoga Allah Swt menerima segala kebaikannya, menempatkan beliau di surga, dan keluarga Syekh Ali Jaber selalu dalam kesabaran. Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu anhu," jelasnya.

Baca juga:  Syekh Ali Jaber Wafat, Mahfud MD: Beliau Penyambung Aspirasi Umat dan Pemerintah 

"Terima kasih kami untuk yang terhormat keluarga besar Syekh Ali Jaber. Hormat kami, Ariza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta," sambung dia.

Sebagaimana diketahui, Syekh Ali Jaber wafat di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2021. Ia dinyatakan negatif corona setelah sebelumnya terinfeksi virus tersebut.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, 3 Februari 1976, almarhum sejak kecil telah menekuni membaca Alquran. Ayahnya yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Alquran

 

Ia mendapatkan pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran kepada tokoh dan ulama ternama yang berada di Madinah dan luar Madinah, Arab Saudi.

Selama penggembelangan dirinya, ia juga rutin mengajar dan berkdakwah khususnya di tempat tinggalnya, yakni masjid tempat ayahnya mensyiarkan Islam dan Ilmu Alquran. Selama di Madinah ini, ia juga aktif sebagai guru hafalan Alquran di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu masjid Kota Madinah.

Pada tahun 2008, kala usia 32 tahun, Syekh Ali Jaber terbang ke Indonesia. Ia menuju ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), asal istrinya tinggal. Di sini ia menjadi guru tahfidz (hafalan) Quran, Imam salat, khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok, NTB, Indonesia.

Kariernya berlanjut saat ia diminta menjadi Imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Selain itu, ia juga menjadi pembimbing tadarus Quran dan imam salat Id di Masid Sunda kelapa, Menteng, Jakarta ini.

Kehadiran Syekh Ali Jaber ternyata mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Indonesia. Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci, dan berisi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits. Ia mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam.

Ketulusannya berdakwah, ia mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2011, ia menjadi Warga Negara Republik Indonesia. Sejak itu ia rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne dan menjadi juri Hafizh Indonesia di RCTI.

Untuk menyiarkan Islam lebih efektif dan melahirkan para penghafal Alquran di Indonesia, seperti ditulis dalam situsnya, ia mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber berkantor di Jatinegara, Jakarta, dan ia sendiri tinggal di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Popularitas Syekh Jaber tak kalah dengan penceramah ternama Indonesia lainnya. Meski sudah tenar lewat media, ia tetap berendah hati. Ia masih berkeliling menjadi khatib Jumat di masjid-masjid kecil di pelosok kota dan daerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini