Syekh Ali Jaber Wafat, Ketum PA 212: Selamat Jalan Guru, Kami Lanjutkan Perjuanganmu

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344272 syekh-ali-jaber-wafat-ketum-pa-212-selamat-jalan-guru-kami-lanjutkan-perjuanganmu-3mnfINjwBu.jpg Almarhum Syekh Ali Jaber.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif, turut berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/1/) pagi.

Slamet mengaku keluarga besar PA 212 sangat kehilangan atas berpulangnya Syekh Ali Jaber ke Rahmatullah. Sosoknya yang rendah hati, ikhlas dalam berjuang, menjadi teladan bagi umat.

"Perjuangan untuk menyebarluaskan Al-Qur'an di Indonesia menjadi warisan mulia buat bangsa ini," kata Slamet saat dikonfirmasi MNC Portal.

Menurut Slamet, Syekh Ali Jaber adalah sosok ulama yang alim dan moderat. Ia bergaul dengan banyak ulama meski memiliki perbedaan mahzab sekalipun.

Baca Juga: Habib Novel: Kami Kehilangan Syekh Ali Jaber, Semoga Beliau Dipertemukan dengan Rosulullah

"Keluarga besar 212 betul betul merasa kehilangan. Kini cita-cita beliau yang disampiakan pada aksi bela Islam 411 sudah Allah SWT kabulkan, lahir di Madinah dan meninggal di Indonesia," ujarnya. "Selamat jalan guru kami akn lanjutkan perjuangan mu," tandasnya.

Baca Juga: Jenazah Syekh Ali Jaber Akan Dibawa ke Rumah Duka, Polisi Tutup Jalan RS Yarsi

Sebagaimana diketahui, kabar duka datang dari ulama besar Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber. Ulama karismatik tersebut, meninggal di RS Yarsi sekitar pukul 09.00 WIB pada Kamis (14/1/2021).

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, 3 Februari 1976, almarhum sejak kecil telah menekuni membaca Al-Quran. Ayahnya yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Quran.

Dalam mendidik agama, khususnya Al-Quran dan shalat, ayahnya sangat keras. Bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat.

Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini