Berjanji Datang ke Pondok Jogja, Gus Miftah Rindu Nasehat Sejuk Syekh Ali Jaber

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Kamis 14 Januari 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344263 berjanji-datang-ke-pondok-jogja-gus-miftah-rindu-nasehat-sejuk-syekh-ali-jaber-LfQgfpFuhG.JPG Syekh Ali Jaber (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mengenang nasehat sejuk yang kerap diberikan Almarhum Syekh Ali Jaber kepada dirinya. Ulama Gus Miftah lewat akun instagramnya, membagikan moment dirinya berdoa bersama Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1/2021) pagi.

Dalam video berdurasi 1 menit berwarna hitam putih, Gus Miftah yang bersarung gelap tampak berjongkok memegang tangan Syekh Ali Jaber yang duduk diatasnya menggunakan pelindung wajah. Disana Gus Miftah meminta didoakan segala kebaikan baginya.

“Guru @syekh.alijaber engkau berjanji mau datang ke Pondok Jogja, kita janjian nginep di villa guru di Bogor, guru mau masakin nasi mandi,” caption Gus miftah melalui akunnya, @gusmiftah.

Gus miftah sendiri mendapatkan info meninggalnya Syekh Ali Jaber melalui pesan whatsapp assiten Syekh Ali Jaber. Dalam pesannya, si assiten meminta Gus Miftah doakan Syekh Ali.

Meski terkejut dan janji itu belum terlaksana. Namun Gus Miftah menyebutkan bila dirinya kangen dengan wejangan dan nasehat ilmu yang sejuk dari Syekh Ali.

“Belum terlaksana itu semua engkau telah berpulang, Allah lebih sayang ke guru, walau kami sangat harapkan wejangan dan nasehat ilmu yang sejuk darimu......... ya Allah 😭😭😭😭😭😭,” tambahnya dalam caption.

Tak hanya disitu, melalui instastorynya, Gus Miftah menyebutkan bahwa akhlak Syekh Ali wajib ditiru. Dalam video di instastory yang merupakan lanjutan dari postingan di Instagram. Terlihat Syekh Ali menolak tanganya di cium oleh Gus Miftah.

“Beliau langsung menarik tangannya ketika tangannya hendak dicium saat bersalaman dan langsung mendekatkan tangannya ke wajah beliau,” tulis @gusmiftah dalam video.

Baginya sikap ini merupakan akhlaq mulia yang kerap diajarkan Syekh Ali untuk memuliakan orang.

“Orang yang mulia bukanlah orang yang ingin dimuliakan, tapi dia yang bisa memuliakan orang lain,” tulis Gus Miftah mengingat pelajaran Syekh Ali.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini