Berurai Air Mata, Yusuf Mansur Ceritakan Awal Perjalanan Syekh Ali Jaber Berdakwah di Indonesia

Abdul Rochim, Koran SI · Kamis 14 Januari 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344238 berurai-air-mata-yusuf-mansur-ceritakan-awal-perjalanan-syekh-ali-jaber-berdakwah-di-indonesia-RcfMkhDVWe.png Ustad Yusuf Mansur menangis saat sampaikan duka Syekh Ali Jaber Wafat (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Innaalillaahi wainna ilaihi raaji'uun. Indonesia kehilangan seorang ulama ahli Alquran, yang selama ini berdakwah di berbagai wilayah di Tanah Air dan sering menghiasi layar kaca. Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber, pendakwah kelahiran Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976, meninggal dunia pada usia 44 tahun di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta pada Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 08.30 WIB.

Sahabat almarhum yang juga pendakwah kondang, Ustaz Yusuf Mansur menceritakan kisah awal mula perjalanan dakwah Syekh Ali Jaber di Indonesia. Yusuf Mansur mengawali ceritanya dengan lebih dulu menyampaikan kabar duka kepergian Syekh Ali Jaber.

"Innaa lillaahi wa innaa Ilaihi Raaji'uun. Kita semua berduka, Indonesia berduka, Syekh Ali berpulang ke Rahmatullah jam 8.30 pagi di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta. InsyaAllah beliau sahid," ucapnya dengan mata berkaca-kaca dan suara agak tertahan, dalam unggahan video di akun Instagram @yusufmansurnew, dikutip Kamis (14/1/2021).

Baca juga:  Syekh Ali Jaber Wafat, Kerabat: Kita Ikhlaskan Kepulangan Beliau 

Dikatakan Yusuf Mansur, kurang lebih 16-17 hari Syekh Ali dirawat dengan menggunakan ventilator. Pada Rabu (13/1/2021) malam, dirinya mendapatkan kabar bahwa kondisi Syekh Ali kritis.

"Saya juga sebar mohon doa kepada ustaz, ustazah, para kiai, para ulama, ke Aa Gym, teman-teman, gus-gus se Nusantara, pengasuh pondok se Indonesia, Syekh Ali kritis, pakai alat jantung dan sebagainya," katanya dengan mengusap air mata yang mulai menetes dari pelupuk matanya.

Baca juga:  Syekh Ali Jaber Wafat dalam Kondisi Negatif Covid-19 

"Kita kehilangan alhlul quran, kita kehilangan pejuang alquran, kita kehilangan seorang dai yang meninggalkan negara untuk Indonesia, mau pindah kewarganegaraan untuk pindah ke Indonesia. Innlaillahi wainna ilaihi raajiun. Insyaallah Syekh Ali husnul khatimah. Mohon disalatkan gaib di masjid-masjid, musala-musala, pesantren-pesantren," tuturnya.

Yusuf Mansur berjanji untuk terus melanjutkan perjuangan almarhum dalam berdakwah mensyiarkan Alquran di berbagai penjuru negeri.

 

"Saya terus koordinasi dengan keluaganya, dan kita perjuangkan insyaAllah apa yang telah diperjuangkan Syekh Ali, minta doanya," katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran ini mengaku banyak kenangan dirinya bersama Syekh Ali. Yusuf Mansur menceritakan pertama kali Syekh Ali berdakwah di televisi dengannya.

"Sama saya di tivi, saya bawa ke tv, saya jemput beliau bersama, saya bawa ke TPI zaman dulu, ke MNC, saya kenalin ke Indonesia, 'ini lho orang Arab yang cinta Indonesia. Ini orang alim yang cinta Indonesia. Ini Syekh Ali, orangnya ilmunya tinggi tapi bisa bahasa Indonesia," cerita Yusuf Mansur dengan berurai air mata, menceritakan awal mula perjalanan Syekh Ali berdakwah di Indonesia.

Baca juga:  Syekh Ali Jaber Wafat, Ustadz Yusuf Mansur: Kita Kehilangan Pejuang Alquran 

Saat itu, ketika berada di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Yusuf Mansur mengaku kaget ada seorang ulama yang berperawakan tinggi besar, mengenakan jubah kemudian menyapa dirinya.

"Saya kaget, ada orang Arab tinggi, orangnya ganteng, gede, nyapa saya, 'Ustaz Yusuf Mansur ya?'. Kaget saya. Pahalanya buat keluarga besar Pak Ahsan Mahmud, Pak Yusuf Kalla, keluarga besar Masjid Sunda Kelapa di awal-awal dulu, keluarga besar teman-teman di Bengkulu, keluarga Sultan, dan semua kawan yang dari awal-awal membuka tangan untuk Syekh Ali berdakwah di Indonesia, bareng dalam Indonesia Menghafal Alquran, alhamdulillah sekarang sudah Syekh Muhammad, adiknya Syekh Ali yang berdakwah di Indonesia," katanya.

Dikatakan Yusuf Mansur, semua keluarga Syekh Ali adalah penghafal Alquran. Mulai ayah, ibu dan seluruh saudaranya, dan semua cinta Indonesia.

"Ya Allah terimalah amal solehnya Syekh Ali, semua keluarga besar, jadikan dia orang sholeh yang engkau ridhoi. Engkau terima ya Allah. Dan jadikan lagi lebih banyak Syekh Ali-Syekh Ali yang lain, ulama-ulama quran yang lain, ulama-ulama hebat yang lain. Dan kepada tenaga medis yang telah membantu, mudah-mudahan engka ridhoi," doa Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur mengatakan bahwa Syekh Ali memang mengalami Covid-19, namun ketika meninggal sudah dinyatakan negatif.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini