Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Kiai Cholil: Beliau Sering ke Pelosok untuk Berdakwah

Tim Okezone, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344207 syekh-ali-jaber-meninggal-dunia-kiai-cholil-beliau-sering-ke-pelosok-untuk-berdakwah-1o9EdlZcSe.JPG Syekh Ali Jaber (Foto: Okezone)

JAKARTA - Syekh Ali Jaber sering datang ke pelosok negeri untuk berdakwah, bahkan sering mengeluarkan koceknya sendiri jika diperlukan.

Pernyataan itu disebutkan oleh Kiai Cholil Nafis. Ulama Kharismatik tersebut menyatakan bahwa cintanya Syekh Ali Jaber ke Indonesia sudah tak diragukan lagi.

"Cintanya kepada Indonesia tak diragukan meski pun lahir dan besar bahkan warga negara awalnya adalah Saudi Arabia. Tapi cintanya kepada NKRI sepenuh hati. Al-marhum Menjadi Islam sebagai keyakinan yang mendorong cinta Indonesia," jelasnya.

"Sebagai pendakwah ia rela membuat wadah dakwah dari koceknya berupa yayasan. Lalu sering datang ke pelosok negeri untuk Menyampaikan dakwahnya. Peristiwa ditusuknya pun tak menyurutkan al-marhum untuk terus berdakwah ke daerah terpencil," jelasnya.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Kiai Cholil Nafis: Dai Istiqamah dan Rendah Hati

Kiai Cholil pun bercerita tentang kenangan paling berkesan bersama mendiang Syekh Ali Jaber. Menurutnya, ulama asal Madinah itu merupakan sosok yang rendah hati.

"Beliau seorang da'i yang istiqamah dan rendah hati. saya punya pengalaman dengan beliau di tahun 2015 lalu tentang perbedaan pendapat soal ibadah qurban. Maka beliau dengan rendah hati datang ke MUI meminta maaf secara tertulis kepada umat Islam dan meminta bimbingan kepan ulama-ulama Indonesia," jelasnya saat dihubungi.

Sebelumnya, Ulama kondang Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi ini, Kamis (14/1/2020). Ulama asal Madinah, Arab Saudi ini meninggal pukul 09.00 WIB di RS Yasri Cempaka Putih.

Syekh Ali Jaber dirawat di rumah sakit akibat positif Covid-19 sejak akhir Desember lalu. Selama perawatan itu beredar kabar penceramah yang telah mengantongi paspor Indonesia ini kritis.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini