Banyak yang Reaktif Corona di Operasi SAR SJ 182, Basarnas Ingatkan Disiplin Prokes

Giri Hartomo, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 337 2344167 banyak-yang-reaktif-corona-di-operasi-sar-sj-182-basarnas-ingatkan-disiplin-prokes-gvJMXGpZqt.jfif Basarnas ketika jumpa pers di JICT Jakut (foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Badan SAR Nasional mengingatkan lagi kepada seluruh tim operasi untuk mematuhi protokol kesehatan. Termasuk juga seluruh tim yang berada di posko JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Brigjen TNI Rasman mengatakan, meskipun saat ini sedang dalam tugas kemanusiaan, namun protokol kesehatan tidak boleh diabaikan. Karena seluruh tim harus tetap memproteksi diri dari penyebaran virus corona (Covid-19)

“Kembali masalah penekanan penekanan yang berkaitan dengan keberadaan kita di posko JICT sekali lagi, saya tidak henti hentinya mengingatkan untuk kita semua untuk selalu mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya di dermaga JICT 2, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Baca juga:  2 Kafe Langgar PPKM, Disegel dan Terancam Denda Rp50 Juta

Rasman menambahkan, pihaknya juga menyediakan posko untuk para tim operasi bisa melakukan rapid tes antigen setiap harinya. Dari beberapa tes yang dilakukan, ditemukan cukup banyak yang reaktif.

Mereka yang reaktif kini sudah dilakukan isolasi. Namun, Rasman belum menjelaskan secara rinci siapa saja orang yang dinyatakan reaktif ketika rapid test antigen di dermaga JICT.

“Sebagai informasi saja bahwa dari kegiatan rapid antigen yang kita lakukan setiap hari dibelakang, itu telah ditemukan yang reaktif cukup banyak. Dan itu sudah dilakukan isolasi,” jelasnya.

Baca juga: Operasi Hari Keenam Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air, Basarnas Berharap Cuaca Bersahabat 

Menurut Rasman, harusnya membuat setiap orang yang terlibat dalam evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tetap waspada. Jangan sampai, niat mulia justru menjadi sumber penularan kepada orang lain.

“Saya pikir informasi ini saya berikan kita tetap waspada, kita tetap mematuhi protokol kesehatan untuk keamanan kita bersama jangan sampai kita jadi sumber penularan kepada orang lain,” jelasnya.

Sebagai salah satu contohnya ketika sedang bergerombol, maka masker harus tetap dipakai. Masker yang dipakai juga harus yang sesuai standar agar memudahkan untuk berkomunikasi namun tetap melindungi diri dari penularan virus.

“Gunakan saja yang standar seperti yang saya gunakan ini. Saya bisa ngomong secara leluasa tanpa harus melepaskan masker, bahkan saya bisa melapisi dua tapi enggak mempengaruhi komunikasi kita dengan baik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini