Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit Diminta Segera Konsolidasi Internal

Antara, · Rabu 13 Januari 2021 22:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343994 jadi-calon-tunggal-kapolri-komjen-listyo-sigit-diminta-segera-konsolidasi-internal-rkNZmgh3Hr.jpg Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengajukan satu nama Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Atas penunjukan tersebut, Listyo disarankan segera melakukan konsolidasi internal Polri. 

Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Muradi mengatakan, penunjukan Komjen Listyo Sigit merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi. Tentu saja, Jokowi memilih siapa yang dianggap layak dan dekat secara psikologis.

“Pak Sigit punya semua kedekatan, punya kemampuan walaupun angkatan lebih muda tapi itu bukan pengalaman yang pertama. Tinggal bagaimana Pak Sigit melakukan konsolidasi,” ujar Muradi, Rabu (13/1/2021).

Maka dari itu, Muradi menyarankan kepada Listyo segera melakukan konsolidasi internal sebelum dilakukan pelantikan oleh Presiden Jokowi. Menurut dia, ada tiga hal yang harus dilakukan Listyo Sigit untuk melakukan konsolidasi internal Polri.

Baca juga: Diusulkan Jadi Calon Kapolri, Kabareskrim Listyo Sigit: Mohon Doanya

Pertama dengan mengemas ‘faksi-faksi’ agar iramanya sama di internal.

Kedua, kata Muradi, beliau harus memiliki karakteristik program yang berbeda dari sebelumnya. Caranya, membaca visi-misi Presiden ada kampanye Pemilu 2019-2024, yaitu penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). 

“Ini saya kira perlu menjadi isu utama yang harus seirama dengan visi Presiden. Saya kira dengan kedekatan secara psikologis, Pak Sigit bisa memahami konteks itu,” jelas dia.

Ketiga, Muradi mengatakan Listyo Sigit harus mengakomodir harapan publik. Karena menurut dia, satu tahun pasca Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian, kepolisian agak turun apalagi era Jenderal Idham Azis yang operasionalnya fokus pada eksternal. 

“Saya kira dengan rekam jejak yang beliau punya, akan mampu memberikan visi misi Presiden dalam operasional teknis kepolisian. Beliau dekat dengan Presiden secara personal dan sering diskusi. Itu saya kira nilai tambah untuk menjernihkan polisi,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini