Black Box Ditemukan, KNKT: Investigasi Selesai Tergantung Tingkat Kesulitan

Giri Hartomo, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343991 black-box-ditemukan-knkt-investigasi-selesai-tergantung-tingkat-kesulitan-UuJONmlOo5.jpg Black Box Sriwijaya Air. (Foto: Okezone.com/Arif J)

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan belum bisa memastikan berapa lama proses investigasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akan berlangsung. Hal itu tetap tak bisa dipastikan, meskipun kotak hitam atau black box yang berisi FDR (Flight Data Recorder) sudah ditemukan. 

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, dirinya belum bisa memastikan kapan investigasi bisa diumumkan. Pasalnya, lama atau tidaknya pengumuman hasil investigasi tergantung kepada kompleksitas investigasi.

Sebagai salah satu contohnya, ketika data FDR sudah berhasil diunduh, maka pihaknya tidak semerta-merta langsung memutuskan. Pihaknya harus mendalami terlebih dahulu hasil yang didapatkan dari file di FDR tersebut.  

“Tergantung kompleksitasnya. Kalau dari FDR kita baca dan kita tahu bahwa sistem pesawat eror, input dari pilot terlalu ekstrem, komponen rusak, kayak Lion kemarin, maka kami dalami,” ujarnya saat ditemui di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (13/1/2021). 

Baca juga: KRI Parang 647 Temukan Velg Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Lalu lanjut Soerjanto, pihaknya akan langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan dengan menanyakan kapan sistem tersebut dipasang, hingga asal dari komponen barang-barangnya. 

Setelah mengetahui itu semua, KNKT akan melakukan kroscek dengan mendatangi tempat produksinya. 

“Kami dalami (contoh Lion Air), ini sistem dipasang kapan, asal komponen dari mana, misalnya dari Batam, kemudian Batam dari mana. Copotan dari pesawat mana. Kita tanya dari Malaysia kita minta data yang dari sana, kita datangi ke Amerika dan lain-lain,” jelasnya.

Soerjanto memastikan, dalam menetapkan hasil investigasi, pihaknya tidak akan pernah menduga-duga. Jika memang tidak ada bukti yang kuat, maka pihaknya tidak akan mengeluarkan hasil investigasi.  

“KNKT tidak pernah menduga. kalau enggak ada bukti kami enggak akan bicara. Kami tidak mungkin menyampaikan dugaan, itu prinsip investigasi kecelakaan pesawat. Kecelakaan pesawat itu kalau tidak ada data pendukung kami tidak akan katakan apa pun,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini