Diusulkan Jadi Calon Kapolri, Kabareskrim Listyo Sigit: Mohon Doanya

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343981 diusulkan-jadi-calon-kapolri-kabareskrim-listyo-sigit-mohon-doanya-gJw9m86q3O.jpg Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto : tangkapan layar Youtube/@Div Humas Polri)

JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi diusulkan menjadi calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Sigit telah disodorkan sebagai calon tunggal ke DPR RI.

Sigit menyambut baik atas usulan Presiden Jokowi tersebut yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin Korps Bhayangkara menggantikan Jenderal Idham Azis.

"Terima kasih atas dukungan dan supportnya, mohon doanya agar bisa melaksanakan rangkaian fit and proper test dengan baik," kata Sigit saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/1/2021).

Sebagaimana diketahui, Sigit merupakan salah satu dari 5 nama yang diusulkan Kompolbas ke Presiden Jokowi.

Jenderal bintang tiga kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu, memiliki prestasi mentereng sejak bergabung dengan kepolisian pada 1991 (lulus Akpol) tersebut.

Jawa Tengah menjadi provinsi yang penting dalam perjalanan karier Listyo. Pada 2009, ia menjadi Kapolres Pati. Satu tahun kemudian, Listyo dimutasi sebagai Kapolres Sukaharjo.

Selanjutnya, Listyo diangkat menjadi Wakapolrestabes Semarang. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kapolres Solo. Saat Listyo bertugas di Solo, Jokowi menjabat Wali Kota Solo.

Saat menjadi Kapolres Solo, ia pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, Jawa Tengah.

Listyo kemudian digeser ke Jakarta, mengisi posisi Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri, bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Baca Juga : Listyo Sigit Calon Kapolri, PBNU : Hukum Tak Boleh Tumpul ke Atas, tapi Tajam ke Bawah

Satu tahun berikutnya, ia ditugaskan menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara. Tak lama, Listyo kembali ditarik ke Ibu Kota bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden pada 2014. Listyo pun dipercaya menjadi ajudan presiden. Sekitar dua tahun ia mendampingi Jokowi dalam beraktivitas.

Bebas dari penugasan sebagai ajudan, Listyo diangkat menjadi Kapolda Banten. Ia bertugas dua tahun di Banten. Pengangkatannya sebagai Kapolda Banten yang baru ditolak oleh MUI Banten, karena dia beragama Kristen.

Namun pada akhirnya, Listyo meminta dukungan terhadap kalangan ulama dalam rangka menciptakan kondusivitas.

Baca Juga : Wadah Pegawai KPK Sebut Listyo Sigit Sosok Reformis dan Profesional

Setelah itu, Polri menarik Listyo untuk menjadi Kadiv Propam. Selang satu tahun kemudian, Listyo diangkat menjadi Kabareskrim per Desember 2019. Nama Listyo sempat terseret kasus dugaan suap penghapusan red notice pengusaha Djoko Tjandra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini