Sidang Vonis Andi Irfan Jaya Terdakwa Kasus Djoko Tjandra Ditunda

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 13 Januari 2021 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343895 sidang-vonis-andi-irfan-jaya-terdakwa-kasus-djoko-tjandra-ditunda-WHBrS1jilq.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Sidang pembacaan putusan terdakwa Andi Irfan Jaya dalam kasus suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra terkait upaya pengurusan fatwa MA ditunda. Nantinya sidang pembaca putusan tersebut akan dilanjutkan pada Senin 18 Januari 2021 mendatang.

"Sidang putusan ditunda, hakim menunda ke hari Senin (18 Januari 2021)," ujar pengacara Andi Irfan, M Nur Saleh kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Sebelumnya, Andi Irfan dituntut oleh 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan. Andi Irfan diyakini terbukti menjadi perantara suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki Sirna Malasari dan terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Jaksa menilai Andi Irfan terbukti menjadi perantara suap sebesar US$500 ribu untuk Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari Djoko Tjandra. Andi Irfan juga terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Djoko melalui rencana action plan dengan menjanjikan uang US$10 juta kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

Kedua hal tersebut dilakukan untuk membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan ke Djoko Tjandra atas kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali selama 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta subsider 3 bulan kurungan tidak dapat dieksekusi.

Baca Juga : Ribka Tjiptaning Tolak Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan PDIP

Atas perbuatannya itu, Andi dinilai melanggar Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 56 ke-1 KUHP. Ia juga melanggar Pasal 15 Jo Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam menuntut, Jaksa menilai ada beberapa hal baik yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan adalah Andi Irfan dinilai tidak mendukung program pemerintah bersih dari kolusi korupsi dan nepotisme (KKN). Andi Irfan juga dinilai tidak menyesali perbuatannya. Hal yang meringankan Andi Irfan dinilai tidak menikmati hasil korupsi, dan bersikap sopan dalam persidangan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini