Reserse Tulen, Ini Rekam Jejak Listyo Sigit Calon Kapolri Pilihan Jokowi

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343768 reserse-tulen-ini-rekam-jejak-listyo-sigit-calon-kapolri-pilihan-jokowi-mNKhg3Qosk.jpg Foto: iNews

JAKARTA - Mabes Polri menyambut baik usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyodorkan nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri kepada DPR RI.

(Baca juga: Mayor Iwan, Pasukan Khusus Penemu Black Box Sriwijaya Air Mampu Menyelam di Kedalaman Ekstrim)

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo menunjukan bahwa beliau merupakan putra terbaik Bhayangkara.

"Pak Listyo Sigit dianggap yang terbaik karena prestasinya selama ini," kata Argo dalam keterangannya, Rabu (13/1/2021).

(Baca juga: Ketua DPR: Jokowi Pilih Komjen Listyo Jadi Calon Kapolri Tunggal)

Menurut Argo, sepak terjang Listyo Sigit selama memimpin Bareskrim mendapat respon positif, hal itu dibuktikan dengan penanganan sejumlah kasus besar. "Mudah-mudahan Polri akan lebih baik dibawah kendali Pak Sigit," ungkap Argo.

Sebagaimana diketahui, setelah resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kabareskrim pada 16 Desember 2019 lalu, Listyo langsung bergerak.

Jenderal bintang tiga kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu, memiliki prestasi mentereng sejak bergabung dengan kepolisian setelah lulus Akpol 1991.

Dalam waktu seminggu Sigit mengungkap perkara besar yang menyorot perhatian publik yakni kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Mantan Kapolda Banten itu mengumumkan secara langsung penangkapan dua pelaku yang menyiram Novel Baswedan. Mereka adalah, RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.

Tak berhenti sampai disitu, Bareskrim dibawah komandonya juga membuktikan bahwa penegakan hukum tak pandang bulu dan mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal.

Hal itu tercermin dalam penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Bahkan, dalam hal ini, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra.

Dalam pengusutan perkara ini diketahui adanya keterlibatan dua oknum jenderal yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini