BMKG: Gelombang Mulai Turun, Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air Bisa Dilanjutkan

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343761 bmkg-gelombang-mulai-turun-evakuasi-pesawat-sriwijaya-air-bisa-dilanjutkan-xfe3muyhtk.jpg Proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182. (Foto: Arif Julianto)

JAKARTA - Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu mengalami hambatan karena cuaca tidak bersahabat dan gelombang tinggi, Rabu (13/1/2021).

Namun demikian, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam beberapa jam ke depan, tren gelombang di laut akan menurun dan cuaca berangsur membaik.

"Beberapa jam ke depan memang trennya sudah agak menurun, sehingga mungkin evakuasi di lokasi kecelakaan pesawat oleh tim SAR akan mungkin bisa dilanjutkan," ujar Koordinator Lapangan BMKG di Posko JICT II, Sugarin di lokasi, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sugarin mengakui cuaca di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air memang kurang bersahabat pagi tadi. Angin begitu kencang, ombak cukup tinggi, sehingga mengganggu kegiatan operasi SAR.

"Maksimum bisa dua meter, artinya tidak selamanya dua meter, artinya fluktuasi gelombang itu tergantung kecepatan angin. Kalau memang angin kencang baru gelombang itu akan tinggi," imbuhnya. 

Baca juga: Doa Deras Mengalir, Keluarga Yakin Okky Bisma Meninggal dalam Keadaan Syahid

Terpisah, D.eputi Bidang Operasi Pencarian, Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji mengatakan tim penyelam tetap standby di kapal masing-masing seraya menunggu cuaca kembali baik.

"Saat ini, tim penyelam gabungan standby, menunggu di kapal masing-masing sampai cuaca membaik dan memungkinkan untuk melanjutkan operasi SAR lagi," jelas Bambang.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 awak sebagai penumpang.

Hingga kini petugas SAR gabungan telah berhasil menemukan puing-puing pesawat dan beberapa bagian tubuh korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini