Setahun Harun Masiku Buron, Ini Kata Polri

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343702 setahun-harun-masiku-buron-ini-kata-polri-eelRAhBBzN.jpg Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Okezone)

Berdasarkan kronologi singkat Kemenkumham, Harun Masiku pergi meninggalkan Jakarta melalui Terminal 3 Bandara Soetta dengan pesawat Garuda Indonesia pada 6 Januari 2020. Harun berangkat dari Soetta pukul 11.18 WIB dengan tujuan Singapura.

Pada 7 Januari, Harun kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Batik Air ID 7156. Ia terekam kamera pengawas CCTV. Harun tiba di Terminal 2F Bandara Soetta pukul 17.35 WIB. Kedatangan Harun itu, sehari sebelum adanya OTT KPK.

Drama perburuan Harun sendiri pasca ditetapkan sebagai tersangka masih berlanjut.

Pada 21 Januari, informasi terkait keberadaan Harun Masiku di Gowa, Sulawesi Selatan, berkembang luas. Harun disebut-sebut berada di rumahnya di Perumahan Bajeng Permai Limbung, Gowa.

KPK mengaku telah mendapat informasi bahwa Polri sudah bergerak ke kediaman Harun di Gowa pada 21 Januari. Namun, KPK mendapat laporan bahwa hasil dari perburuan Polri terhadap Harun di Gowa, nihil. Polri tidak menemukam keberadaan Harun di rumahnya di daerah Gowa.

Istri Harun Masiku berinisial HL mengatakan bahwa suaminya sudah lama tidak pernah menyambangi rumahnya. HL menyebut Harun memang sempat mengabari bahwa sedang berada di Makassar pada 31 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Pada medio tersebut, Harun menginap di sebuah Hotel di Makassar.

HL membeberkan terakhir kali berkomunikasi dengan Harun pada 7 Januari 2020. Saat itu, kata HL, Harun mengabari bahwa sedang berada di Jakarta.

Hingga saat ini, Polri, KPK, serta tim gabungan masih mencari keberadaan Harun Masiku. Polri masih mengidentifikasi lokasi persembunyian Harun.

Harun Masiku merupakan Caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR oleh KPK.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Baca Juga : KPK Tegaskan Belum Temukan Bukti Valid Harun Masiku Meninggal Dunia

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini