Pengamat Nilai Komjen Listyo Sigit Memenuhi Syarat sebagai Kapolri

Qur'anul Hidayat, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343699 pengamat-nilai-komjen-listyo-sigit-memenuhi-syarat-sebagai-kapolri-IiJvhOiLaF.jpg Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang segera pensiun. Tahapan selanjutnya adalah fit and proper test di Komisi III DPR RI.

Pengamat Militer Susaningtyas Kertopati menilai, Listyo memenuhi syarat menjadi Bhayangkara 1. Dia menilai Listyo punya sikap rendah hati dan pandai mendengar. Sikap itu diyakini akan banyak bermanfaat dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Kapolri.

“Masalahnya hanya pada dirinya yang masih panjang pensiunnya, mungkin, tapi ini tak jadi soal bila pandai merangkul senior maupun juniornya,” ujar wanita yang akrab disapa Nuning itu dalam keterangannya, Rabu (13/1/2021).

Dalam pernyataan sebelumnya, Nuning telah menyampaikan kriteria Kapolri. Listyo disebutnya memenuhi kriteria tersebut.

Menurut Nuning, Kapolri harus profesional, mengikuti tren kejahatan atau gangguan keamanan dan memahami hukum serta regulasi. 

“Kejahatan dan gangguan keamanan kian hari kian canggih dan terus dimodifikasi, termasuk kejahatan jalanan. Kapolri harus mengikuti perkembangan ini. Syarat berikutnya, ia tidak berpolitik tapi paham perkembangan politik,” ujar Nuning.

Berikutnya, calon Kapolri harus sosok yang cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terutama, kelompok-kelompok baik kanan maupun kiri yang ingin mengganti ideologi dan bentuk negara. 

Baca juga: Presiden Tunjuk Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri, Ini Kata Kompolnas

“Yang utama, memahami ancaman keamanan dalam negeri serta efeknya hingga luar negri, memahami lingkungan strategis teritorial seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, kejahatan jalanan/kriminalitas,” kata dia.

Selain itu, Kapolri juga harus memiliki pengetahuan cukup soal mekanisme dan strategi penanggulangan kejahatan, sehingga mampu hadapi ancaman faktual dan potensial.

Sementara itu, kualitas di bidang komunikasi sangat ditentukan kemampuan menggunakan bahasa-bahasa internasional. Anggota Polri dinilainya juga harus memiliki pengetahuan baik akan sosial budaya setempat.

“Sangat disarankan memiliki pengetahuan sosiologi yang cukup,” imbuhnya.

Terakhir, seiring dengan perkembangan internet of things (IoT), prioritas berikutnya adalah memperkuat Keamanan siber (cyber security).

“Saat ini, peretasan ke Infrastruktur kritis, pencurian data strategis, spionase, propaganda di media sosial, terorisme dan berbagai ancaman siber lainnya sudah berlangsung di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, banyak negara tengah merumuskan strategi untuk menghadapi ancaman siber,” tutup Nuning.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini