Cuaca Buruk, Pencarian Korban Sriwijaya Air Dihentikan Sementara

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343690 cuaca-buruk-pencarian-korban-sriwijaya-air-dihentikan-sementara-SfzV3caVgq.jpg KN SAR Karna Basarnas. (Foto : Okezone/Fahreza Rizky)

JAKARTA - Pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu dihentikan sementara karena cuaca buruk. Bahkan, kapal Basarnas yang sebelumnya sudah berangkat dari JICT II terpaksa kembali lagi ke dermaga karena ombak tinggi.

"Baru sampai mulut kolam kita terpaksa harus balik kanan karena cuacanya dapat informasi di lokasi cuaca ekstrem sampai 2,5 meter tinggi gelombang dan kami keluar 1,5 meter tinggi gelombang," ucap Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Basarnas, Abdul Haris Achadi di lokasi, Rabu (13/1/2021).

Kapal Basarnas KN SAR Karna membawa tim evakuasi, penyelam, awak media, dan tenaga medis yang akan melakukan tes Covid-19 untuk para evakuator di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Namun, KN SAR Karna kembali ke Dermaga JICT II lantaran ombak sangat tinggi.

Abdul juga memastikan pencarian korban di hari kelima ini dihentikan sementara karena cuaca cukup buruk. Jika cuaca sudah kembali bersahabat, operasi akan dilanjutkan.

"Untuk sementara off. Kita lihat cuaca ini. Dapat informasi di sana tinggi gelombang 2,5 meter," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman menyebut di hari kelima ini pihaknya mengerahkan 3.300 personel dan 54 kapal. Kemudian ada pula 20 kendaraan laut dan 13 pesawat.

Baca Juga : RS Polri Segera Identifikasi Korban Pesawat Sriwijaya Air lewat Sampel DNA

"Unsur yang terlibat atau personel terlibat hampir sama dengan kemarin. Jadi personel masih kurang lebih 3.300. Kemudian unsur kapal ada sebanyak 54, kendaraan laut yang kecil seperti RIB, searider, perahu karet, jetski, sekitar 20dan pesawat standby 13," ucap Rasman.

Seluruh potensi yang ada, kata dia, akan berupaya maksimal mencari korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air, baik di laut maupun di udara. Area pencarian bakal diperluas karena diduga korban dan puing pesawat terbawa arus.

"Unit udara tetap akan melaksanakan pencarian lewat udara tentu arealnya semakin luas karena kemungkinan ada serpihan atau ada korban yang terbawa arus. demikian juga dengan alut laut," ucapnya.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.

Baca Juga : Hari Ke-5 Evakuasi Korban Sriwijaya Air, Basarnas Kerahkan 3.300 Personel dan 54 Kapal

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 awak sebagai penumpang.

Hingga kini petugas SAR gabungan telah berhasil menemukan puing-puing pesawat dan beberapa bagian tubuh korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini